Warga memperhatikan papan indikator pergerakan saham di Tokyo (10/11). Perdagangan di bursa Jepang Nikkei pagi ini naik 5 persen. Foto: AP/Katsumi Kasahara
Topik
Infografis
Regional Positif, Indeks Kembali Sentuh 3.700
TEMPO.CO, Jakarta - Tumbuhnya ekspor Jepang melebihi perkiraan para analis, serta meningkatnya aktivitas industri Cina mampu memicu penguatan bursa Asia, termasuk bursa Jakarta. Melonjaknya indeks Dow Jones akhir pekan lalu lebih dari 267 poin juga turut menopang pergerakan indeks lokal.
Dalam perdagangan sesi pertama, Senin, 24 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melonjak 80,472 poin (2,22 persen) ke level 3.701,136. Kenaikan IHSG kali ini dipimpin oleh saham sektor industri dasar, pertambangan, serta perbankan yang masing–masing mencatat penguatan 3,58 persen, 2,91 persen, dan 2,8 persen.
Analis dari PT Millenium Danatama, Abidin menjelaskan, positifnya bursa Wall Street Jumat lalu karena tumbuhnya laba emiten dan sentimen positif dari Eropa memberikan dukungan bagi pergerakan bursa regional. Indeks Dow Jones yang masih berpotensi reli naik untuk menyentuh level 12.000 dapat mendorong IHSG kembali berada di level 3.700.
IHSG hari ini berpeluang membentuk pola double bottom dan akan menguat seiring positifnya bursa regional. “Sentimen positif dari Cina dan Jepang dapat membawa indeks ke level 3.685 hingga ke target selanjutnya ke 3.730,” kata Abidin.
Volume perdagangan mencapai 2,97 miliar saham senilai Rp 2,22 triliun serta frekuensi 77,45 ribu kali. Harga 182 saham naik, hanya 30 saham turun, serta 53 saham lainnya stagnan dan investor asing mencatat pembelian bersih Rp 114 miliar.
Saham–saham yang menopang lonjakan indeks kali ini antara lain, Astra International (ASII) menguat Rp 1.650 menjadi Rp 67.750, Bank BCA (BBCA) menguat Rp 250 ke Rp 7.900, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 6.700, Bank BRI (BBRI) naik Rp 200 ke Rp 6.500, serta United Tractor (UNTR) juga menguat Rp 900 menjadi Rp 23.700 per saham.
Dari kawasan regional, bursa Tokyo siang ini menguat 1,61 persen, bursa Australia menguat 2,56 persen, bursa Hongkong melonjak 3,9 persen, bursa Shanghai naik 0,55 persen, bursa Singapura naik 2,01 persen, serta bursa Singapura juga naik 3 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





