foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Saham Perbankan Pimpin Kenaikan Indeks  

TEMPO.CO, Jakarta - Melonjaknya bursa Wall Street akhir pekan lalu yang kemudian diikuti oleh bursa Asia hari ini mampu memicu pergerakan indeks lokal. Adanya harapan bahwa Uni Eropa dapat menghasilkan solusi untuk mengatasi krisis utang di Benua Biru mampu membangkitkan semangat kepada investor untuk memburu saham.

Mengawali pekan ini, Senin, 24 Oktober 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup naik 86,118 poin (2,38 persen) ke level 3.706,782.

Naiknya harga saham perbankan dan industri dasar lebih dari 3 persen mampu menghapus kejatuhan indeks di tahun ini setelah mampu melewati posisi akhir tahun 2010 lalu, di level 3.703,512.

Analis dari PT Reliance Securities, Andi Wibowo Gunawan menjelaskan, kuatnya ekspektasi investor terhadap laba emiten bursa Wall Street ditambah sentimen positif dari perkembangan Eropa membuat bursa Asia, termasuk bursa lokal menguat. “Meningkatnya ekspor Jepang dan tumbuhnya indeks manufaktur Cina mampu meredakan kekhawatiran investor akan perekonomi Asia membuat harga saham di bursa regional melonjak tajam,” paparnya.

Menjelang keluarnya laporan keuangan emiten triwulan ketiga 2011, para pemodal menyerbu saham perbankan yang diperkirakan labanya akan tetap tumbuh. “Karena emiten perbankan biasanya mengeluarkan kinerja keuangannya lebih awal,” kata Andi.

Diturunkannya suku bunga BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5 persen awal bulan lalu memberikan sentimen positif bagi perbankan karena cost of fund-nya akan lebih rendah. Saham industri juga akan diuntungkan dengan turunnya suku bunga membuat harga sahamnya juga diburu investor.

Kuatnya harapan investor bahwa Uni Eropa akan dapat menghasilkan solusi yang konkret pada pertemuan terakhirnya Rabu (26 Oktober) besok serta fundamental makroekonomi Indonesia yang belum berubah, masih positif, membuat indeks kembali berada di atas level 3.700 lagi.

Saham yang berpindah tangan mencapai 5,86 miliar lembar senilai Rp 4,89 triliun serta frekuensi 147 ribu kali. Harga 191 saham naik, 45 saham turun, serta 61 saham lainnya stagnan dan investor asing mencatat pembelian bersih Rp 405 miliar.

Saham – saham yang turut mendongkrak indeks kali ini antara lain: Bank Mandiri menguat Rp 450 ke Rp 6.900, Astra International (ASII) naik Rp 1.950 ke Rp 68.500, Bank BCA (BBCA) naik Rp 300 ke Rp 7.950, Bank BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 6.500, serta Gudang Garam juga melonjak Rp 2.500 per saham menjadi Rp 56.700 per saham.

Bursa Asia sore ini juga ditutup menguat. Bursa Hong Kong melonjak 4,14 persen, memimpin penguatan bursa regional, diikuti bursa Seoul 3,26 persen, lalu bursa Taiwan 2,97 persen. Kemudian bursa Australia naik 2,62 persen, bursa Shanghai 2,29 persen, bursa Tokyo 1,9 persen, serta bursa Singapura juga menguat 1,79 persen.

VIVA B. KUSNANDAR