Obat generik yang diprodukasi Indofarma. TEMPO/Ayu Ambong
Topik
Bulan Depan, Indofarma Kuasi Reorganisasi
TEMPO.CO, Jakarta - Badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor farmasi, PT Indofarma (Persero) Tbk, akan segera menjalani kuasi reorganisasi pada 16 November tahun ini. Direktur Utama Indofarma Djakfaruddin Junus mengatakan rencana ini sudah mendapat persetujuan Kementerian BUMN.
Kuasi reorganisasi dilakukan untuk menutup saldo kumulatif rugi perseroan yang diderita sejak 2003. Berdasarkan data, saldo defisit Perseroan sebesar Rp 97,1 miliar. Setelah diperhitungkan dengan selisih penilaian aset dan kewajiban
Setelah kuasi reorganisasi nanti, aset Perseroan akan menjadi Rp 1,03 triliun pada 31 Juni 2011. Angka ini meningkat sekitar Rp 265,936 miliar bila dibandingkan dengan periode yang sama 2010 sebesar Rp764,154 miliar.
Membaiknya kondisi keuangan juga akan mendorong Perseroan segera membagikan dividen kepada para pemegang saham. Menurut Djakfaruddin, kinerja keuangan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak terlalu cemerlang. Penjualan Perseroan pada 2006 sebesar Rp 1,02 triliun, 2007 sebesar Rp 1,27 triliun, 2008 sebesar Rp 1,47 triliun, 2009 sebesar Rp 1,12 triliun, dan 2010 sebesar Rp 1,04 triliun.
Sementara Perseroan masih membukukan rugi bersih pada 2006 sebesar Rp 15 miliar, 2007 sebesar Rp 11 miliar, 2008 sebesar Rp 5 miliar, 2009 sebesar Rp 2 miliar, dan 2010 sebesar Rp 12 miliar.
"Hingga September ini penjualan kami sudah Rp 650 miliar, dan hingga akhir tahun kami perkirakan mencapai Rp 1,3 triliun. Sementara laba bersih sudah mencapai di atas Rp 10 miliar, dan hingga akhir tahun kami perkirakan bottom line mencapai 4 persen dari pendapatan," lanjut Djakfaruddin.
EVANA DEWI





