Cesc Fabregas. REUTERS/Albert Gea
Topik
Fabregas Bantah Bersikap Rasis Terhadap Kanoute
TEMPO.CO, Barcelona – Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, membantah dirinya telah bersikap rasis terhadap striker Sevilla asal Mali, Frederic Kanoute, dalam laga La Liga antara kedua tim yang berakhir imbang 0-0 di Nou Camp, Minggu dini hari WIB.
"Saya ingin secara tegas membantah bahwa saya telah melontarkan penghinaan berbau rasis terhadap pemain Sevilla," tulis Fabregas dalam akun Twitter nya setelah media Spanyol memunculkan tudingan tersebut.
"Saya tak akan mentoleransi siapa pun yang menuduh saya atas sesuatu yang tak saya lakukan," tambah bekas kapten Arsenal berusia 24 tahun itu.
"Jika mereka kecewa dengan sebuah keputusan yang tak memihak mereka di lapangan, ada cara lain untuk mengatasinya.
"Menghembuskan isu rasisme adalah tindakan pengecut dan pilihan yang mudah untuk melindungi perbuatan buruk sendiri. Kesadaran saya sangat jelas. Saya tak melakukan kesalahan apa pun."
Di pihak lain, meski tak menyebut nama Fabregas, Kanoute mengatakan bahwa dirinya telah diprovokasi dan dilecehkan dalam keributan antara pemain yang terjadi setelah Barca mendapat hadiah penalty di masa injury.
Kanoute yang marah dengan keputusan itu menendang bola yang telah ditaruh Lionel Messi di titik putih sebelum kemudian mencekik Fabregas hingga akhirnya ia diusir keluar lapangan. Kiper Sevilla, Javi Varas, berhasil menepis tendangan penalti Messi sehingga kedudukan tetap imbang tanpa gol.
Kanoute kemudian menulis di akun Twitternya bahwa dirinya menyesali insiden yang terjadi di pengujung pekan kampanye Sepakbola Melawan Rasisme di Eropa (FARE) itu, dengan mengatakan tindakannya “bukan contoh yang baik.”
"Meski begitu ada provokasi dan pelecehan seperti yang telah diketahui semuanya," kata bekas pemain Tottenham Hotspur itu tanpa merujuk kepada Fabregas.
"Tapi, saya tak lagi memikirkannya. Tindakan dia, sama buruknya seperti ulah saya. Isu ditutup. Mari kita terus melangkah dengan sepakbola."
Sementara itu, Fabregas mengatakan dirinya selalu menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan setimnya yang berasal dari latar belakang, ras, agama dan kebangsaan yang berbeda.
"Tak seorang pun pernah menuduh saya bersikap rasis atau fanatic sepanjang karier saya dalam sepakbola," tutur Fabregas.
"Saya berbagi ruang ganti dengan seorang pemain asal Mali (Seydou Keita), saya punya tato bahasa arab dan pasangan saya orang Lebanon. Tak ada bukti yang lebih baik untuk meenunjukkan bahwa tuduhan itu tak masuk akal."
Fabregas juga mendapat pembelaan dari rekannya di Barca, Daniel Alves.
"Ada saat-saat di mana emosi memuncak dan kita tak berkata ''permisi'' saat meminta sesuatu," ujar bek asal Brasil itu dalam jumpa pers, Minggu (23/10).
"Tapi, jelas tak ada pelecehen rasis, apalagi dari Cesc, yang merupakan sosok yang fantastis dan tak akan pernah melakukan itu."
REUTERS | A. RIJAL





