Marco Simoncelli. REUTERS/Gustau Nacarino
Topik
Infografis
Foto Terkait
Keluarga Terpukul Atas Kematian Simoncelli
TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Keluarga Marco Simoncelli amat terpukul menyaksikan kematian sang pembalap dalam balapan Moto GP di Sirkuit Sepang, Malaysia, Ahad 23 Oktober 2011.
Seperti dilaporkan the Daily Mail, Senin, 24 Oktober 2011, Paolo dan Rossella tampak menangis dan berpelukan setelah menyaksikan secara langsung horor yang menimpa putra mereka itu. Paolo berusaha menenangkan istrinya yang terus menangis setelah nyawa Simoncelli tidak dapat diselamatkan.
Kesedihan juga tampak di wajah sang pacar, Kate. Ia menunduk saat melewati garasi sementara yang dihuni Simoncelli. Pimpinan dan seluruh kru tim Honda Gressini, tempat Simoncelli bernaung, saling berpelukan dan bertangisan. Penonton juga syok atas kejadian di lap kedua saat lomba baru berlangsung empat menit itu.
Dani Pedrosa yang pernah terjatuh akibat ulah Simoncelli berupaya menenangkan ayah mantan pesaingnya itu. Ia memeluk Paolo erat-erat. “Dalam tragedi seperti ini tidak banyak yang bisa kita katakan. Saya hanya ingin menyampaikan rasa duka kepada keluarganya dan semua orang yang mencintai dia,” ujar pembalap asal Spanyol ini.
Ini merupakan kematian kedua dalam delapan tahun terakhir di arena MotoGP. Maut merenggut pembalap asal Jepang, Daijiro Katoh, pada balapan di Sirkuit Suzuka, Jepang, 2003.
Simoncelli yang naik ke kelas utama MotoGP tahun lalu diyakini bakal menjadi juara dunia di masa depan. Pemuda 24 tahun yang dijuluki Super Sic ini bahkan dianggap sebagai penerus sahabat sekaligus seniornya, Valentino Rossi.
DAILY MAIL | FAISAL ASSEGAF





