obor
Ruwiyati Akan Lari Lagi
TEMPO.CO, Yogyakarta - Bekas atlet lari nasional asal Salatiga, Ruwiyati, 34 tahun, akan bersiap berlatih lari lagi. Ruwiyati telah vakum lari selama tiga tahun pasca-Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur.
"Ya, saya akan berlatih lagi di Salatiga," kata Ruwiyati saat ditemui usai menyerahkan obor api abadi Mrapen di bangsal Kepatihan, Senin 24 Oktober 2011. Ruwiyati menjadi duta api SEA Games di Palembang. Dia membawa obor sejak diambil dari sumber api di Desa Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, hingga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Nanti akan ikut lari 10 ribu kilometer dulu," kata dia. Ruwiyati vakum sejak menikah pada 2008. "Alhamdulillah langsung diberi momongan." Ruwiyati adalah atlet lari nasional yang memecahkan rekor SEA Games 1995 di Chiangmai Thailand untuk maraton nomor 42 kilometer dengan waktu 2 jam 34 menit 29 detik.
Rekor tersebut belum dipecahkan pelari lain hingga saat ini. Namun rekor tersebut dipecahkan oleh adik kandungnya, Triyaningsih, dalam PON dengan catatan waktu 2 jam 31 menit.
PITO AGUSTIN RUDIANA





