foto

TEMPO/Imam Sukamto

Yunus Husein Bantah Punya Hubungan Khusus dengan SBY  

TEMPO.CO, Jakarta - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yunus Husein membantah anggapan dirinya memiliki hubungan khusus dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengatakan hubungannya dengan SBY hanya sebatas hubungan kerja.

"Saya itu pertama kali diangkat oleh Megawati Soekarnoputri, kemudian saya diangkat lagi oleh SBY. Kalau begitu saya dekat dengan yang mana?" katanya kepada Tempo, Selasa 25 Oktober 2011.

Langkah Yunus untuk duduk di kursi pimpinan KPK tampak akan dijegal beberapa partai. Sejumlah fraksi di Komisi III DPR RI mempertanyakan hubungan Yunus dan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Golkar, misalnya, telah memastikan tak akan mendukung Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan ini. Alasannya, Yunus dianggap sebagai orang titipan Istana. Selain itu, Yunus juga pernah mengotak-atik data transaksi keuangan sejumlah petinggi Partai Beringin.

Demikian juga dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. PDIP menilai Yunus tak layak menjadi pimpinan KPK karena tak mampu membongkar aliran dana Bank Century. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera tampaknya masih gamang menentukan sikap soal Yunus Husein.

Yunus pun membantah semua tudingan ini. Ia mengatakan hubungannya dengan SBY tak lebih dari hubungan pekerjaan. "Tidak ada yang istimewa. Saya dekat karena pekerjaan," ujarnya. Sedangkan soal dirinya yang mengotak-atik aliran rekening sejumlah petinggi Golkar, Yunus mengatakan dirinya hanya bersikap profesional.

Dia mengaku saat menyerahkan data aliran dana anggota DPR ke pimpinan DPR beberapa waktu lalu memang terdapat beberapa aliran dana petinggi Golkar yang berada di Istana. "Kalau memang itu kenyataannya apa mau kita biarkan saja? Saya hanya menjalankan tugas saya. Kok disalahkan," ujarnya.

Sementara soal Century, Yunus membantah jika lembaganya tidak dapat melacak aliran dana Century. Justru DPR-lah yang tak pernah menindaklanjuti laporan PPATK. "Soal Century kami sudah selesai. Kami sudah menyelesaikan dan melaporkan audit khusus," ujarnya.

Yunus justru menuding balik PDIP yang bermain di dua kaki soal ini. "Dalam laporan itu, ada nama salah satu pimpinan komisi di DPR yang diketahui menerima aliran dana Century, tapi itu tidak ditindaklanjuti. Siapa yang tidak konsisten?" kata dia lagi.

FEBRIYAN