foto

ANTARA/Fanny Octavianus

Demokrat Prioritaskan Empat Calon Pimpinan KPK Teratas  

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustofa, mengatakan partainya memberikan perhatian lebih kepada empat nama teratas pilihan pemerintah untuk duduk sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun ia mengaku tak memandang rendah empat nama lainnya. "Dari delapan nama ini semua bagus, tapi kami akan lebih memperhatikan empat teratas," ujarnya kepada Tempo, Selasa 25 Oktober 2011.

Seleksi calon pimpinan KPK di DPR mulai digelar. Delapan calon diikutkan dalam tahapan membuat makalah pemberantasan korupsi. Delapan nama itu adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdulah Hehamahuwa, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja, dan Aryanto Sutadi.

Saat menyerahkan delapan nama ini kepada Presiden, panitia seleksi calon pimpinan KPK merekomendasikan nama Bambang Widjajanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo Sudrajat. Menurut mereka empat nama ini layak mendapatkan tempat di KPK.

Saan mengatakan keputusan Demokrat memperhatikan empat nama pilihan pansel ini karena Demokrat melihat proses dalam seleksi di pansel sangat ketat. "Kalau melihat pemeringkatan di Pansel, artinya nama-nama itu layak diperhatikan. Mereka juga cukup dikenal baik dan bersih oleh masyarakat selama ini," ujarnya.

Dia melanjutkan Demokrat mempercayai bahwa pilihan Pansel ini merupakan pilihan terbaik dari delapan nama yang ada. "Pansel kan sudah melihat dari berbagai sisi, mulai dari integritas, kapasitas, independensi. Karena itu, kita akan minta bahan-bahan dari Pansel juga untuk kami cek ulang," ujar dia.

Soal prestasi, Saan mengatakan delapan nama ini memang belum ada yang memiliki prestasi yang begitu menonjol dalam bidang pemberantasan korupsi. Namun menurutnya hal ini karena mereka belum mendapatkan kesempatan menunjukkan prestasi dalam pemberantasan korupsi. "Ini kan karena mereka memang belum pernah mendapatkan kesempatan saja," ujarnya.

Menurutnya, nama-nama ini sudah dikenal memiliki integritas dalam profesinya masing-masing. "Bambang Widjajanto dan Yunus Husein punya track record yang baik di bidangnya masing-masing," ujarnya.

Ia menambahkan, Demokrat juga tak memandang adanya keharusan bagi unsur kepolisian dan kejaksaan berada di kursi pimpinan KPK. "Tidak ada diskriminasi. Menurut kami tidak harus ada kejaksaan dan kepolisian itu. yang lebih penting kita pilih pimpinan yang benar-benar punya independensi, integritas, dan kapasitas untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi," tutur Saan lagi.

FEBRIYAN