Bambang Widjojanto. TEMPO/Imam Sukamto
Infografis
Foto Terkait
Bambang Siap ''Bernasib'' Seperti Munir
TEMPO.CO, Jakarta - Calon pimpinan KPK Bambang Widjojanto mengaku siap menerima segala risiko bila terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya senasib dengan aktivis hak asasi manusia Munir yang meninggal dunia di atas pesawat. "Bukan hanya siap, saya sudah lalui (ancaman pembunuhan)," kata Bambang saat mendatangi KPK, Selasa siang, 25 Oktober 2011.
Bambang mengatakan berbagai ancaman ataupun tekanan sudah dialaminya sejak memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum. Maka dia mengaku tak akan kaget lagi bila mengalami ancaman serupa. "Sudah biasa sejak di LBH. Risikonya lebih besar di situ," katanya.
Bambang adalah satu dari delapan calon yang kini bersaing memperebutkan empat kursi pimpinan KPK. Mereka kini melalui seleksi di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.
Seleksi pertama sudah dimulai sejak Senin lalu. Para calon menyusun makalah mengenai berbagai tema pemberantasan korupsi. Bambang yang juga pengacara itu menyusun strategi dan prioritas pemberantasan korupsi.
Bambang mengatakan dirinya siap menerima risiko karena berniat baik menjadi pimpinan KPK. "Kami berlomba-lomba untuk kebaikan."
Jika kelak terpilih, dia berniat akan tetap mengedepankan kesederhanaan. Contohnya, ia tetap akan menggunakan kendaraan umum dari kediamannya di Depok ke kantor KPK, di Jalan Rasuna Said. "Naik ojek dulu baru naik kereta. Naik mobil juga kan macet," ujar dia sambil tersenyum.
Mengenai dukungan sejumlah partai politik terhadapnya, dia menolak berkomentar. "Lobi-lobi itu enak kalau dirujak," ucap dia berkelakar.
TRI SUHARMAN





