foto

REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Siri di Inggris dan Amerika Berbeda Kelamin  

TEMPO.CO, Jakarta- Siri, fitur pengenal suara pada iPhone 4S, ternyata berbeda jenis kelamin antara di Amerika Serikat dan Inggris. Di Inggris suara Siri pria. Sedangkan di Amerika, yang terdengar adalah suara perempuan.

Apple menolak berkomentar tentang perbedaan ini. Sejumlah teori pun bermunculan untuk menganalisa perbedaan ini. Stephen Ebbet, ahli gadget dari Protectyourbublle.com, menuturkan bahwa perbedaan tersebut karena soal kepercayaan. "Apple berpendapat orang Inggris lebih mempercayai suara pria. Sedangkan orang Amerika lebih menyukai dan menerima suara wanita," ujar dia.

Pekan lalu, editor Atlantic Magazine, Rebecca Rosen, menjelaskan biasanya teknologi suara dalam pesan telepon atau tranportasi umum cenderung suara wanita. Tetapi untuk aktivitas yang lebih aktif dan menggunakan otak, suara prialah yang dipilih.

Profesor Clifford Nass dari Universitas Stanford menuturkan jenis kelamin suara akan menuntukan kredibilitas dan intelegensia.

Ahli teknologi antarmuka manusia dan robot ini berujar suara pria memang lebih dipercaya soal teknologi. Ia mencontohkan, semasa bekerja di perusahaan mobil BMW, pemasangan sistem navigasi dengan suara perempuan ternyata menimbulkan masalah. "Pengendara (kebanyakan pria) tidak suka mendapat arahan dari perempuan," ujar dia.

Kembali tentang Siri, konsultan Organisasi Loose Wire Jeremy wagstaff menuturkan sebagian besar orang Amerika berbicara lantang dan jelas, serta cepat.

"Jadi, masuk akal diberi Siri bersuara perempuan," kata dia. Soalnya suara perempuan memiliki pitch dan jangkaun lebih luas. Sementara orang Inggris banyak berbicara dengan menggumam dan patuh terhadap aturan. Jadi, mereka memerlukan suara yang memerintah. "Tentunya ini berarti suara pria," ucap Jeremy.



 



GUARDIAN | DIANING SARI