foto

Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Seto Wardhana

Reform Institute: Pendukung Mega Lari ke Prabowo  

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga survei Reform Institute menyatakan peluang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 kecil.

Lalu, ke mana suara basis massa pendukung Megawati? “Berdasarkan analisis kami, larinya ke Prabowo karena dinilai satu ideologi mengusung kerakyatan,” kata Direktur Pengembangan Reform Institute, Abdul Hamid, Selasa, 25 Oktober 2011.

Analisis Reform Institute menyebutkan, suara pendukung Megawati yang beralih ke Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo sangat signifikan, yakni sekitar 32 persen.

Reform Institute tidak memasukkan Megawati dalam daftar 25 capres yang ditawarkan ke responden dalam survei terakhir. Lembaga ini menilai Megawati belum mampu menjaring suara sehingga menjadi calon terpilih. Dari tujuh kali survei yang dilakukan sejak 2007-2009, suara Megawati stagnan sekitar 16 persen.

Survei memasukkan putri Megawati, Puan Maharani, yang hanya mendapat 3,78 persen. Andaikan Megawati tetap mencalonkan diri, suaranya diprediksi tidak akan sampai mengantarkannya jadi calon terpilih. “Kalau tetap 16 persen, ya hanya masuk putaran pertama seperti dalam Pemilu sebelumnya,” ujar Hamid.

Hasil survei menyatakan Aburizal Bakrie sebagai calon paling populer dengan suara 13,58 persen, disusul Prabowo Subianto 8,46 persen, Jusuf Kalla 7,06 persen, Hidayat Nur Wahid 5,17 persen, dan Ani Yudhoyono 4,13 persen.

Menanggapi survei ini, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan Bidang Pemuda, Maruarar Sirait, mengatakan, PDI Perjuangan tetap akan mengajukan capres Pemilu 2014. “Sebagai partai besar, PDI Perjuangan tetap akan memunculkan capres,” tegasnya.

PDI Perjuangan masih menunggu waktu dan forum yang tepat untuk menentukan capres Pemilu 2014. “Dalam Kongres I dan II, kongres mengamanatkan ketua umum otomatis jadi capres. Tapi sejak Kongres III pada April 2010, kongres tidak lagi mengamanatkan itu,” terangnya.

Menurutnya, keputusan penentuan capres akan dilakukan melalui forum yang ideal menurut aturan partai, seperti rapat kerja nasional dan rapat pimpinan nasional. Selain mengacu pada kebijakan partai, penentuan capres bagi PDI Perjuangan juga didasarkan hasil survei beberapa lembaga independen. “Menurut beberapa survei, Bu Mega masih masuk dalam tiga teratas. Namun bukan mustahil akan memunculkan calon lain termasuk dari kader muda,” kata Maruarar.

ISHOMUDDIN