TEMPO/ Zulkarnain
Topik
Seorang Perempuan Tewas Terlindas Transjakarta
TEMPO.CO, Jakarta - Lagi-lagi bus Transjakarta memakan korban. Kali ini kecelakaan terjadi di koridor III Kalideres-Harmoni yang menimpa pasangan Ratno, 29 tahun, dan Sumarni, 29 tahun. "Istrinya tewas sedangkan suaminya luka berat," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar, Sularno, Rabu 26 Oktober 2011.
Menurut Sularno, kecelakaan terjadi di jembatan layang Pesing, Jakarta Barat, sekitar pukul 07.00. Bus Tranjakarta berpelat B 7472 IK melaju kencang ke arah Grogol. Ratno yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 3270 BHD masuk ke jalur Transjakarta. Sopir bus, Samsudin, tidak mampu menghindari tabrakan. Sumarni yang membonceng suaminya terpelanting dan masuk ke kolong bus.
Sularno menduga Samsudin mengantuk saat membawa bus. "Saat ini kasus ditangani Unit Laka Polda Metro Jaya," kata dia.
Ratno yang menderita luka di dagu mengatakan saat kecelakaan situasi Jalan Daan Mogot menuju Grogol tengah macet. Dia berinisiatif mengambil jalur Transjakarta untuk menghindari kemacetan. Saat hendak belok, tiba-tiba bus Transjakarta menghantam Honda Blade miliknya. "Saya tidak tahu kalau ada bus," katanya di Rumah Sakit Sumber Waras.
Ratno terpental membentur pagar pembatas jalan. Begitu juga dengan istrinya. Hanya, Sumarni terpental ke kolong bus dan terlindas ban. Warga RT 03/01 Pesing Poglar ini mengaku hendak pergi berangkat kerja di daerah Kapuk. "Habis dari rumah kakak di Serang. Ngejar untuk berangkat kerja," ujar Ratno yang bekerja sebagai buruh bangunan. Saat ini dirinya masih menunggu kedatangan sanak saudara di RS Sumber Waras.
ADITYA BUDIMAN | CORNILA DESYANA





