Komputasi Awan.
Metrodata Garap Layanan Komputasi Awan
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan di Indonesia tidak bisa mengelak dari teknologi cloud computing atau komputasi awan. Penggunaan komputasi awan dinilai amat berperan dalam meningkatkan daya saing.
Namun, sayangnya, masih banyak perusahaan yang berpendapat bahwa pengembangan teknologi informasi membutuhkan banyak biaya dan butuh capital expenditure yang besa
“Bagian IT itu sering dianggap sebagai cost center,” kata Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja saat konferensi pers Metrodata Solution Day di Jakarta, Rabu, 26 Oktober 2011.
Merespons situasi tersebut, Metrodata, kata Susanto, akan memberikan layanan private cloud tanpa membuang investasi yang sudah ada.
Susanto menambahkan perusahaan mengeluarkan biaya sesuai dengan layanan yang mereka terima. “Kami memakai sistem pay as you go,” katanya.
Layanan private cloud yang diberikan Metrodata akan memudahkan perusahaan dalam mengelola data mereka sendiri.
“Perusahaan tidak perlu menambah investasi infrastruktur, tidak direpotkan dengan urusan modifikasi dan upgrade,” katanya.
Susanto memisalkan layanan private cloud dari Metrodata seperti perusahaan saat menggunakan layanan taksi untuk kebutuhan transportasi.
Perusahaan, kata dia, tak perlu repot untuk membeli mobil yang banyak untuk kebutuhan transportasi. Selain butuh perencanaan biaya yang matang, belum lagi biaya perawatannya.
“Akan lebih mudah tinggal menggunakan layanan taksi yang sudah terpercaya,” katanya.
Layanan private cloud dari Metrodata ini layaknya sebuah taksi. Perusahaan tinggal memilih layanan dari Metrodata hanya saat ketika mereka memang membutuhkan layanan cloud.
“Kami membantu melakukan virtualisasi, otomatisasi, dan konsolidasi,” katanya.
Dalam memberikan layanan komputasi ini, Metrodata bekerja sama dengan sejumlah vendor teknologi seperti ViFX APJ.
Lewat kerja sama itu, Metrodata menawarkan metodologi yang pragmatis dan fokus untuk implementasi virtualisasi dan komputasi awan.
“Dengan cloud computing perusahaan akan bisa melakukan penghematan, efisiensi ini menciptakan daya saing perusahaan,” kata Presiden Direktur ViFX APJ Damian Crotty.
Menurut Kurnijanto E Sanggono, Virtualization & Cloud Computing Business Head Cisco Indoensia, layanan cloud computing sudah bukan lagi wacana di Indonesia. “Yang namanya cloud itu sudah suatu keharusan,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





