foto

3M Co. AP/Matt Rourk

Wall Street Jatuh Lagi 200 Poin  

TEMPO.CO, New York — Bursa Wall Street ditutup anjlok lebih dari 200 poin pada perdagangan semalam setelah pendapatan perusahaan mengecewakan dan adanya kabar pembatalan pertemuan penting para menteri keuangan Eropa. Walhasil para investor kembali beralih ke aset yang berimbal hasil rendah yang dianggap aman, sehingga surat utang Amerika Serikat dan emas harganya kembali naik.

Dalam perdagangan Selasa waktu setempat, indeks Dow Jones industri jatuh 207 poin (1,7 persen) menjadi 11.709,62. Indeks saham teknologi Nasdaq juga merosot 61,02 poin (2,26 persen) ke level 2.638,42, serta indeks S&P 500 juga turun 25,14 (2 persen) menjadi 1.229,05.

Kejatuhan saham di bursa New York semalam juga dipicu oleh turunnya kepercayaan konsumen di bulan Oktober ke level terendahnya sejak Maret 2009. “Sulit mengurai data ini dan menemukan cara agar dapat sesuatu yang positif saat ini,” kata Tim Speiss, Wakil Presiden EisnerAmper Wealth Planning.

Perusahaan konglomerat 3M memangkas perkiraan labanya di tahun 2011 dan US Steel memperingatkan bahwa permintaan untuk produk-produk bisa melambat, membuat harga sahamnya jatuh. Saham Netflix Inc juga anjlok 35 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi labanya dan mengatakan kehilangan banyak pelanggan setelah menaikkan harga pada bulan Juli lalu.

Setelah pasar tutup, saham Amazon juga anjlok 17 persen karena pendapatannya jauh di bawah perkiraan analis Wall Street.

Berita terbaru dari Eropa, muncul keraguan apakah para pemimpin Eropa dapat menyetujui solusi yang komprehensif untuk mengatasi krisis kawasan pada waktunya dalam pertemuan hari ini. Krisis utang Eropa yang masih berlangsung telah mendominasi pergerakan pasar akhir-akhir ini.

Para pejabat Eropa bekerja sama mencari solusi untuk mencegah  kerugian yang lebih besar jika Pemerintah Yunani mengalami default (gagal bayar utang) obligasinya. Jika itu tidak berjalan bisa mengakibatkan lesunya kredit, mirip yang terjadi pada 2008 setelah jatuhnya Lehman Brothers.

AP/VIVA B. KUSNANDAR