foto

AP/Thomas Lohnes

"Eropa Memburuk, Indonesia Tumbuh 5,2 Persen"

TEMPO.CO, Jakarta:-- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan hanya akan mencapai 5,2 persen dan maksimal 5,9 persen dari produk domestik bruto. Hal itu mungkin terjadi jika krisis ekonomi yang melanda kawasan Eropa semakin buruk.

"Artinya, ketika syok di Eropa sudah menyebabkan gagal bayar (utang negara Eropa)," kata pengamat ekonomi, yang juga Sekretaris Komite Ekonomi Nasional, Aviliani, dalam diskusi UOB mengenai proyeksi ekonomi 2012 di Jakarta.




Perkiraan tersebut lebih pesimistis dibanding prediksi Bank Dunia sebelumnya, yang menyatakan prediksi terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,3 persen.

Aviliani menilai masih lambannya pembangunan infrastruktur menjadi kendala. Sarana infrastruktur penting untuk mendukung distribusi barang ke daerah-daerah. Sebab, pertumbuhan konsumsi domestik diharapkan menjadi kompensasi anjloknya ekspor akibat pelambatan ekonomi global. Dalam kondisi normal, dengan infrastruktur yang baik, Aviliani yakin Indonesia bisa tumbuh 8-9 persen per tahun.

Menurut dia, ada dua prediksi atas krisis Eropa. Pertama, krisis terjadi dalam skala kecil tapi akan berlangsung dalam jangka lama, 5-10 tahun ke depan. Kemungkinan kedua, terjadi kejutan besar ketika negara-negara Eropa mengalami gagal bayar utang pada 2013.

Kepala Peneliti dan Hubungan Investor UOB Grup Jimmy Koh mengatakan perbankan akan terus memantau dampak pelemahan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa. Sebab, krisis global mungkin menyebabkan masalah likuiditas dan kredit di Asia.

Dia mengatakan kebijakan yang dikeluarkan Eropa dan Amerika beberapa bulan mendatang akan menentukan potensi merembet atau tidaknya krisis ke Asia. Namun, kata Jimmy, sejauh ini gejolak di Asia masih bisa diatasi. Untuk Indonesia, UOB yakin masih bisa tumbuh hingga 6 persen.

l EKA UTAMI APRILIA