foto

Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto

Ekonomi Indonesia Menghadapi Lampu Kuning

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemeritah akan mengambil langkah antisipasi menghadapi krisis pasar finansial global yang cenderung terus melemah.

"Adanya pelemahan ekonomi global  merupakan sinyal kuning yang harus segera diantisipasi," ujarnya dalam pidato pembukaan seminar keuangan di Hotel Borobudur, Rabu, 26 Oktober 2011.

Ia mengatakan pemerintah sudah mempersiapkan beberapa skenario. Salah satunya adalah penyediaan cadangan risiko fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pada tahun 2012, cadangan risiko fiskal mencapai Rp 15,8 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,7 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk biaya mitigasi risiko perubahan asumsi ekonomi makro akibat faktor ketidakpastian global, risiko ketahanan pangan, dan gejolak harga di pasar internasional.

"Penguatan konsumsi domestik inilah yang akan dijadikan komponen pendukung di saat ekonomi tengah mengalami pelemahan, resesi, atau bahkan krisis."

Perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2011 diperkirakan turun dari sebelumnya 4,3 persen menjadi hanya 4 persen. Gejolak ekonomi masih akan berlanjut hingga 2012. "Dalam resolusi krisis, jika dibutuhkan pembiayaan yang lebih besar, pemerintah dapat menggunakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL)," katanya.

Agus menegaskan kebijakan belanja dalam APBN 2012 yang diarahkan pada peningkatan belanja modal dan penguatan konsumsi domestik akan menjadi pendukung di saat ekonomi tengah mengalami pelemahan, resesi, atau krisis di tengah kontraksi Internasional. "Skenario itu terbukti berhasil diterapkan Indonesia ketika melewati krisis tahun 2008," katanya.

ALWAN RIDHA RAMDANI