Warga berusaha menyelamatkan penduduk yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di desa Tabanli village, kota Van, Turki, (23/10). AP/ Abdurrahman Antakyali, Aatolia
Topik
Korban Gempa Turki Menjadi 366 Orang
TEMPO.CO, ERCIS:-Ratusan aggota tim penyelamat di Turki terus bekerja keras mencari korban selamat akibat gempa yang berkekuatan 7,2 magnitudo. Badan Darurat Bencana Turki menyebutkan hingga kemarin jumlah korban tewas sudah melonjak menjadi sedikitnya 366 orang dan 1301 lainnya terluka.
Korban tewas tampaknya bakal bertambah seiring masih banyak warga yang hilang dan 2262 bangunan hancur di kota Ercis dan Van, Turki tenggara.
Para korban kebanyakan di Ercis dan ibukota provinsi Van. Para pejabat sibuk memeriksa area bencana. “Ini seperti hari kiamat,” sebut Mesut Ozan Yilmaz, 18 tahun, yang selamat setelah 32 jam terperangkap di reruntuhan sebuah kedai teh dimana dia tengah nongkrong bersama beberapa kawannya.
Sejumlah upaya sukses penyelamatan di kota Ercis menginspirasi lebih dari 3 ribu petugas penyelamat dan bantuan tetap menggali. Banyak diantaranya dengan tangan kosong, sementara lainnya dengan menggunakan mesin-mesin untuk memindahkan blok-blok beton yang jatuh.
Sebuah penyelamatan dramatis kemarin berlangsung di Ercis. Belasan pekerja penyelamat berhasil menarik seorang bayi perempuan berusia dua pekan dalam keadaan selamat dari pelukan ibunya, yang juga hidup tetapi masih terperangkap di sebuah reruntuhan di apartemen mereka yang berlantai 7 selama 72 jam.
Saat gempa agaknya sang ibu mendekap erat putrinya di dadanya ketika regu pemyelamat mencapai mereka dan mencoba membawanya keluar, begitu juga seorang nenek yang juga masih bertahan hidup.
“Saya sangat senang. Apa yang harus saya katakan. Tuhan elah menolong mereka,” ujar nenek bayi merah itu, Sevim Yigit kepada Reuters. “Namanya Azra,” ujar Yigit dengan penuh air mata haru di jilbabnya. Belum ada kabar soal ayah bayi itu yang juga terperangkap di gedung itu.
Reuters | The New York Times | CNN | AP | Dwi Arjanto





