indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jemaah Calon Haji Kuota Tambahan Berangkat Terakhir

Jemaah Calon Haji Kuota Tambahan Berangkat Terakhir

Jemaah calon haji kloter 82 yang merupakan kloter terakhir Embarkasi Adisumarmo menaiki pesawat di bandar Udara Adi Sumarmo, Solo, (2/12). ANTARA/Akbar Nugroho

TEMPO.CO, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surakarta menjadwalkan jemaah calon haji kuota tambahan akan diberangkatkan dengan tiga kelompok terbang terakhir, yaitu kloter 89, 90, dan 91.

Juru bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surakarta Zainal Abidin kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan Boyolali mengatakan ada 230 orang calon haji asal Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk dalam daftar kuota tambahan.

“Mereka akan berangkat dalam tiga tahap, yakni di kloter 89, 90, dan 91,” tutur Zainal, Rabu, 26 Oktober 2011. Kloter 89 dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan pada 29 Oktober dan terbang ke Arab Saudi pada 30 Oktober. Selain membawa calon haji kuota tambahan, kloter 89 diisi 287 calon haji asal Kabupaten Jepara.

Kemudian kloter 90 dan 91 akan masuk ke Asrama Haji pada 30 Oktober dan berangkat pada 31 Oktober 2011. Nantinya kloter 91 selain mengangkut jemaah calon haji kuota tambahan juga membawa calon haji yang masih tertinggal dari rombongannya karena sakit. “Istilahnya kloter 91 sebagai kloter sapu jagad,” kata Zainal.

Yang bisa diikutkan di kloter sapu jagad adalah mereka yang belum bisa berangkat hingga kloter 90 dan masih memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji secara mandiri. Nantinya panitia akan mengecek kondisi kesehatan yang bersangkutan untuk menentukan bisa-tidaknya berangkat ke Tanah Suci.

Zainal mengatakan kloter 91 menjadi kesempatan terakhir bagi calon haji yang tertinggal untuk berangkat. Jika memang tidak memungkinkan, berarti hilang kesempatan beribadah haji tahun ini dan diundur tahun berikutnya.

UKKY PRIMARTANTYO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan