TEMPO/Dasril Roszandi
Belanja Iklan Mobile Internet Indonesia Ungguli Amerika
TEMPO.CO, Jakarta - Media dalam bentuk mobile Internet dinilai akan semakin efektif untuk tempat beriklan. Hal ini sejalan dengan kecenderungan orang untuk mengakses informasi dari perangkat bergerak, terutama telepon seluler.
Tren ini juga berlaku untuk pasar Indonesia. Meskipun belanja iklan untuk Internet dan Internet bergerak di Tanah Air masih terbilang sangat kecil, tak sampai 1 persen dari total belanja iklan.
Namun data yang dikeluarkan oleh BuzzCity, perusahaan periklanan Internet bergerak yang berkantor pusat di Singapura, ini memaparkan, belanja iklan untuk mobile Internet di Indonesia menduduki posisi terbesar kedua di dunia, mengalahkan Amerika Serikat.
Pada kuartal ketiga tahun ini, belanja iklan di Indonesia sebesar US$ 3,5 miliar, sedangkan Amerika hanya US$ 1,8 miliar. “Di Indonesia, orang lebih banyak menggunakan handset untuk mengakses Internet,” kata CEO BuzzCity, KF Lai, di kantornya, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011.
Angka tersebut, kata Lai, turun sebesar 7 persen. Penyebabnya lantaran kasus content provider yang dituduh mencuri pulsa pelanggan.
Sejauh ini, belanja iklan di Indonesia masih banyak di media televisi, yaitu sebesar 48 persen, media cetak 44 persen, dan belanja iklan di radio sebesar 8 persen. Menurut KF Lai, pertumbuhan iklan Internet bergerak akan bisa tumbuh hingga 30 persen. “Hal ini didorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif 6 sampai 8 persen,” katanya.
Lima negara dengan belanja iklan Internet bergerak terbesar adalah India, Indonesia, Amerika, Vietnam, dan Brasil. “Mereka membelanjakan iklan lebih dari US$ 1 miliar per kuartal,” kata KF Lai.
BuzzCity yang mempunyai kantor di Singapura, Prancis, India, Indonesia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, dan India ini adalah perusahaan periklanan yang khusus bergerak di segmen mobile Internet.
BuzzCity akan menawarkan ke sejumlah publisher seperti portal berita yang sudah menjadi jaringan BuzzCity. “Ada pilihan yang kami tawarkan, seperti portal atau komunitas,” kata Lai.
Begitu pula dengan pilihan pada sistem operasi apa iklan tersebut akan dipasang, apakah di sistem operasi iOS, Blackberry, atau Android. Bagi publisher, BuzzCity menawarkan pola cost per klik pada setiap iklan yang dipasang. “Ada pembagian antara BuzzCity dan publisher,” katanya.
IQBAL MUHTAROM





