foto

Tempo/Tony Hartawan

SBY Minta Menteri Tak Balas Pantun Soal Reshuffle

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta menteri Kabinet Indonesia Bersatu II tidak menanggapi pro-kontra reshuffle kabinet, termasuk tudingan yang mempertanyakan kemampuan menteri baru. Permintaan ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengawali rapat kabinet paripurna di Sekretariat Negara Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2011.

"Karena ini sidang kabinet paripurna yang pertama, saya ingin sampaikan kepada pejabat baru berkaitan dengan tanggapan atau komentar miring apakah itu tentang reshuffle maupun menyangkut kapasitas dan kinerja menteri baru atau para wakil menteri yang baru. Banyak yang terus terang tidak menyenangkan, begitu. Saya berharap semua saudara tidak berkecil hati," kata Presiden.

SBY mengatakan hal itu biasa terjadi, termasuk ia sendiri pernah mengalami saat menjadi menteri. Ia meminta agar kritik dan komentar miring itu dijawab dengan karya nyata dan prestasi. "Jangan habiskan waktu untuk berbalas kata, tapi dengan kerja nyata," katanya.

Menurut pengalaman, lanjutnya, setiap penyusunan kabinet atau reshuffle selalu menimbulkan pro dan kontra. Jika tidak melakukan reshuffle, Presiden dikecam. Saat melakukan reshuffle pun masih dianggap salah. Siapa pun menteri yang diangkat dikatakan tidak tepat, tidak mampu, dan lain-lainnya.

"Sekali lagi itulah politik, jangan berkecil hati, justru jadikan semua itu sebagai cambuk dan buktikan saudara-saudara, bahwa saudara mampu menjalankan tugas dengan baik. Jawaban itulah yang cespleng dan jawaban itu yang ditunggu rakyat kita sekarang dan ke depan," tuturnya.

KARTIKA CANDRA