foto

Aburizal Bakrie. TEMPO/Aditia Noviansyah

Capres Partai Golkar Hasil Konvensi Sudah Terbukti Kalah

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan partainya tidak lagi menggelar konvensi untuk menetapkan calon presiden. Alasannya, pengalaman selama ini calon presiden hasil konvensi tak menang dalam pemilihan umum.



Lagi pula, kata Agung, peraturan tentang penggunaan kovensi sudah diubah. "Karena sudah diubah. Penjaringan calon presiden tidak melalui konvensi lagi," kata dia di Sekretariat Negara Jakarta, Kamis 27 Oktober 2011.

Agung mengungkapkan,  konvensi penjaringan calon presiden digelar Partai Golkar pada 2004 silam. Saat itu, Golkar mengusung Wiranto maju berpasangan dengan Sholahuddin Wahid, kiai Nahdlatul Ulama asal Jombang, Jawa Timur. "Dari konvensi ternyata tidak berhasil," kata Agung.



Dia menjelaskan, penetapan calon presiden melalui konvensi juga seharusnya dilakukan dalam situasi jumlah partai sedikit. Sistem politik Indonesia saat ini tidak membatasi jumlah partai politik. Karena itu calon presiden hasil konvensi tidak bisa dianggap sebagai suara masyarakat.

Yang paling benar, menurut Agung, penetapan calon dengan memperhitungkan survei. Cara ini menjadikan suara dari daerah tersalurkan. Dan, kata dia, saat ini mereka mendorong Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon presiden untuk Pemilu 2014. Dewan pimpinan pusat partai, kata dia,  sama sekali tidak mendesain agar Aburizal yang tampil.



KARTIKA CANDRA