foto

TEMPO/Ayu Ambong

Menteri Gita Diminta Hentikan Ekspor Rotan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono berharap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sanggup menyelamatkan industri rotan yang sedang sekarat. Salah satunya dengan menghentikan ekspor rotan selama dua tahun.

"Pengusaha itu mengharapkan adanya kebijakan yang memakai hati nurani," kata Ambar kepada Tempo melalui telepon, Kamis, 27 Oktober 2011. Ia berharap kunjungan Gita bersama kementerian-kementerian di sentra industri kerajinan rotan di Cirebon besok Jumat bisa membuahkan kebijakan yang signifikan.

Menurut Ambar, penutupan keran ekspor rotan bisa dilakukan selama dua tahun terlebih dahulu, kemudian baru ditinjau ulang. "Coba tutup keran ekspor selama dua tahun saja dulu. Kemudian lihat, apakah industri itu maju atau tidak," ujar Ambar.

Mengenai usulan ini, Ambar mengklaim sudah bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat. "Ia (Hidayat) sudah setuju atas usulan kami ini," katanya. Besok, ia berencana menyampaikan usulan itu ke Menteri Gita.

Sementara pemerintah memberhentikan ekspor rotan, Ambar juga meminta pemerintah untuk menyiapkan badan penyangga rotan. Jadi, produksi rotan bisa maksimal diserap oleh industri dalam negeri.

Menteri Gita dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke terminal bahan baku rotan CV Sulawesi Jaya, industri furnitur rotan PT Beladona dan PT Aida Rotan, dan sentra pengrajin rotan di Desa Tegal Wangi.

Menteri Gita juga dijadwalkan akan berdialog bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon dan pelaku usaha dan asosiasi industri kerajinan ASMINDO, AMKRI, dan APRI.

Selain Gita, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kehutanan Zulkfili Hasan, Gubernur Sulawesi Barat Adnan Saleh, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Ardiansyah Parman dijadwalkan juga hadir.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan berbeda pendapat mengenai revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2009 tentang Ekspor Rotan. Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu masih berharap ekspor bahan baku rotan tetap dibuka, sedangkan Menteri Perindustrian MS Hidayat sebaliknya.

Hidayat ngotot ekspor rotan dihentikan karena dianggap mematikan industri kerajinan rotan dalam negeri, yang kekurangan bahan baku. Dari data yang diungkap sebelumnya, sebanyak 60-63 ribu rotan diserap industri dalam negeri, sedangkan 30-35 ribu diekspor.

FEBRIANA FIRDAUS