Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Widodo S. Jusuf
Topik
Infografis
Pemerintah Siapkan Rp 32 Triliun Bangun Bandara
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 32 triliun untuk pembangunan dan pengembangan bandar udara selama 15 tahun ke depan. Dana ini merupakan rencana investasi pemerintah terhadap pengembangan bandara.
"Anggaran ini adalah investasi total," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Hotel Borobudur seusai mengikuti seminar yang diselenggarakan PT Angkasa Pura bertema "Public-Private Parnertship in Airport Industry; A lesson learnt from Macquaire Capital" di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011.
Dia mengatakan, pengembangan bandara dibutuhkan karena sebagian di antaranya diprediksi akan sesak dalam beberapa tahun ke depan, seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai di Bali, dan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta. Juga, "untuk pembangunan bandara baru untuk membuka keterisolasian daerah-daerah," katanya.
Bandara Soekarno-Hatta diprediksi oleh pemerintah akan sesak pada 2019. Bandara dengan empat terminal ini mengalami pertumbuhan penumpang mencapai 9 persen setiap tahunnya. "Karena itu perlu direncanakan dari sekarang," kata Bambang.
Pemerintah dalam mengatasi pertambahan penumpang udara ini juga berencana membangun bandara baru di sekitar Jakarta. "Lokasinya sedang dikaji." katanya. Satu calon lokasi itu, ucap Bambang, adalah di Cikarang, Jawa Barat.
Biaya untuk pembangunan bandara baru ini belum diputuskan. Bambang hanya memberi gambaran bahwa ketika bandara itu sekelas Bandara Internasional Kuala Namu di Medan, maka akan menelan dana sekitar Rp 5 triliun.
Bandara baru juga akan dibangun di Bali dan Yogyakarta, di samping pengembangan bandara yang sudah ada sekarang ini. Bambang mengatakan, rencana lokasi bandara itu sedang dalam tahap studi oleh pemerintah.
Khususnya di Jakarta, antara bandara baru dan Bandara Soekarno-Hatta rencananya akan terhubung dengan rel kereta api. Dia berujar, bandara baru ini ditarget beroperasi pada 2019 sehingga pembangunannya akan dimulai sekitar empat tahun sebelumnya.
RUSMAN PARAQBUEQ





