foto

Ketua Dewan Pertandingan LOC MU, Joko Driyono, saat jumpa pers di kantor PSSI Jakarta, Selasa (21/7). Pengembalian tiket golongan pertama dimulai 22 Juli-5 Agustus 2009 di kantor LOC Senayan. ANTARA/Andika Wahyu

PT Liga Indonesia Klaim Bayar Utang ke PSSI

TEMPO.CO, Jakarta - CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono mengatakan pihaknya telah melunasi hutang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) senilai Rp 50 miliar. Hutang tersebut adalah hutang peninggalan pengurus PSSI era Nurdin Halid.

"Posisi (PT) Liga (Indonesia) membayar hutang PSSI, bukan menagih hutang," katanya dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham PT Liga Indonesia di Hotel Park Lane, di daerah Casablanca, Kamis, 27 Oktober 2011.

Djoko Driyono mengatakan selama ini ada kesalah fahaman atas surat dari PT Liga Indonesia ke PSSI. Surat tersebut, kata Djoko, bukan surat tagihan hutang melainkan surat konfirmasi bahwa PT Liga telah membayar hutang PSSI. "Itu adalah surat konformasi," katanya.

Pembayaran hutang oleh PT Liga Indonesia tersebut,Djoko melanjutkan, instruksi langsung dari PSSI. "PSSI menginstruksikan kepada BLI untuk membayar hutang-hutang PSSI kepada pribadi maupun kepada pihgak ketiga, jumlahnya tidak tahu tapi yang wajib dibayar Rp 50 miliar," katanya.

Setelah hutang tersebut dibayar, kata Djoko, pihaknya lantas melayangkan surat ke PSSI untuk memberi tahu sekaligus mengkonfirmasi bahwa hutang PSSI senilai Rp 50 miliar telah dibayar. "Kami konfirmasi bahwa hutang bapak kami bayar," kata Djoko.

Djoko tak menyebutkan rincian hutang tersebut dan kepada siapa saja hutang itu dibayar. Rincian hutang, kata dia, adalah kewenangan PSSI. "Yang membuat rincian itu PSSI," katanya.

DWI RIYANTO AGUSTIAR