Pendukung Partai Islam moderat, Partai Ennahda bersuka ria, setelah partai tersebut mengklaim telah menang dalam pemilu di Tunis, Tunisia (25/10). AP/Benjamin Girette
Topik
Ennahda Klaim Sebagai Pemenang Pemilu Tunisia
TEMPO.CO, TUNISIA:-- Meski hasil pemilihan umum belum resmi diumumkan, Partai Islam moderat Tunisia, Ennahda, mengklaim sebagai pemenang pemilu dengan meraih lebih dari 40 persen kursi dari 217 kursi di majelis konstituen.
Bahkan, Ketua Ennahda, Rachid Ghannouchi, kemarin bertemu dengan eksekutif pasar saham. Lewat pertemuan itu, Ghannouchi menyampaikan pesan bahwa Tunisia ramah bagi para pebisnis asing.
Adapun Manajer Kampanye Ennahda, Abdelhamid Jelassi, mengatakan partainya akan memulai pembicaraan dengan semua partai politik untuk membentuk lembaga-lembaga demokrasi.
Jelassi, di depan para pendukung partai tersebut pada Selasa malam lalu, menjanjikan Ennahda akan berbagi kekuasaan dengan kelompok sekuler dan menolak perubahan radikal. "Tidak akan ada perpecahan. Hal ini akan berlanjut karena kita meraih kekuasaan secara demokratis, bukan lewat tank (kekerasan bersenjata)," ujarnya.
Dari hasil penghitungan suara sementara hingga kemarin, pemenang kedua dan ketiga adalah Partai Kongres Republik--partai yang terlarang pada masa rezim Ben Ali--dan Ettakatol, partai sosial-demokrasi. Kedua partai ini diperkirakan akan melebur menjadi satu partai.
Adapun Partai Demokrasi Progresif, oposisi terbesar saat rezim Ben Ali, meraih kurang dari 10 persen hasil pemungutan suara.
Lebih dari 70 partai politik ikut meramaikan pemilu yang pertama kali digelar setelah Ben Ali digulingkan dari kursi kekuasaannya. Pemenang pemilu selanjutnya akan bertugas merumuskan konstitusi baru selama satu tahun dan menunjuk pemerintahan transisi.
| TIME | REUTERS | MARIA RITA





