Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie. ANTARA/Yudhi Mahatma
Infografis
Rapimnas Golkar Tetapkan Calon Presiden 2014
TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar tidak akan menggunakan metode konvensi untuk menjaring calon presiden 2014. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyampaikan hal ini dalam Rapat Pimpinan Nasional II di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, kemarin. "Tidak (ada konvensi)," katanya.
Meski begitu, bos kelompok bisnis Bakrie ini memastikan Rapimnas kali ini memastikan tak akan memutuskan calon presiden Partai Beringin. Dalam arena Rapimnas, dukungan untuk Aburizal disampaikan oleh semua Ketua Golkar provinsi yang berjumlah 33. Golkar sudah beberapa kali melakukan konsolidasi yang dikemas dalam forum silaturahmi partai, di antaranya di Bali, Jawa Timur, Jakarta, dan Kalimantan Timur.
Pernyataan Aburizal itu agak berbeda dengan wakil ketua umum Sharif Cicip Sutardjo. Sharif Cicip, yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan, mengatakan penetapan Aburizal sebagai calon presiden diumumkan Jumat ini dalam rapat pimpinan nasional. "Besok (ditetapkan) di Rapimnas," ujarnya pendek sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin. Cicip menyatakan Aburizal dapat banyak dukungan dari daerah-daerah.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung tak mempersoalkan jika dalam Rapimnas kali ini muncul keputusan bulat calon presiden. Asalkan, kata dia, pengambilan keputusan melibatkan jajaran partai hingga tingkat pengurus kota-kabupaten. "Kalau memang tanpa konvensi, ya, harus kita hormati," ujar Akbar di sela-sela Rapimnas. Pernyataan Akbar ini berbeda dengan yang diucapkan sehari sebelumnya, yang mendorong Golkar agar melakukan seleksi calon presiden melalui konvensi.
Menurut Akbar, Rapimnas merupakan forum tertinggi di bawah musyawarah nasional. Dia tak membantah soal besarnya dukungan daerah buat Aburizal. Ini terlihat dari sesi pemandangan umum. Hampir seluruh pimpinan Golkar provinsi mendukung Aburizal. "Nama Ical (Aburizal Bakrie) muncul karena tidak ada calon lain yang punya tingkat terpilihnya tinggi," katanya.
Namun Akbar tetap percaya sistem penentuan calon presiden melalui konvensi jauh lebih demokratis. Konvensi akan memberi ruang kepada kader untuk menyampaikan visi-misi ketika akan mencalonkan diri. Jajaran pengurus hingga tingkat bawah juga bisa menilai secara obyektif kader yang mencalonkan diri. "Tapi bukan berarti lewat Rapimnas tidak demokratis," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Agung Laksono memastikan Aburizal akan maju sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Pemilihan Umum 2014. Agung, yang banyak disebut sebagai rival di lingkup internal Golkar, menyatakan Aburizal kemungkinan besar calon tunggal. Penetapan Aburizal sebagai calon presiden, kata dia, tak dilakukan melalui jalan konvensi.
Alasannya, Golkar sudah dua kali melakukan konvensi dan gagal. Pada 2004, Golkar melakukan konvensi dan memunculkan Wiranto sebagai calon presiden Golkar. Saat itu Wiranto masih kader Golkar. Ia kalah dalam pemilihan presiden 2004, yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Itulah sebabnya Golkar memutuskan berorientasi pada usulan daerah. "Kami bertanya ke pengurus daerah," ujar Agung.
I WAYAN AGUS | INDRA WIJAYA | KARTIKA CANDRA | SUNUDYANTORO





