DNA. hollanddoc.nl
DNA Merekam Masa Lalu Manusia
TEMPO.CO, Montreal - Asam deoksiribonukleat atau lebih sering disebut DNA ternyata tak hanya menyimpan cetak biru segala aktivitas sel, melainkan juga kondisi kehidupan manusia di masa lalu. Dari seuntai DNA, peneliti bisa mengungkap faktor sosial dan ekonomi seseorang di masa kanak-kanaknya.
Sebuah tim peneliti gabungan dari berbagai negara meneliti bagaimana DNA menyimpan ingatan masa kecil manusia. Memori tersebut diyakini menyimpan kondisi kehidupan di masa tubuh manusia berkembang dari anak-anak hingga dewasa.
Dalam eksperimen ini, peneliti melihat proses modifikasi untaian DNA yang disebut sebagai metilasi, yaitu ketika DNA mengalami replikasi melalui penambahan grup metil pada beberapa cincin ikatan molekul tertentu yang berhubungan dengan faktor sosial dan ekonomi di masa kecil.
Tim peneliti kemudian mengukur proses metilasi pada 40 sukarelawan asal Inggris. Setiap orang memiliki catatan khusus yang memperlihatkan standar kehidupan tinggi atau rendah.
Hasil eksperimen menunjukkan, orang dengan standar kehidupan rendah pada masa kecil akan terus mengalami kerugian selama sisa masa hidupnya meski dia memperbaiki gaya hidup di kemudian hari. Artinya kondisi masa kecil tertanam secara biologis dan terus mempengaruhi kehidupan manusia hingga tutup usia.
"Untuk pertama kalinya kami bisa menemukan hubungan antara kehidupan ekonomi pada masa kecil dengan biokimia pada DNA," ujar ketua peneliti Moshe Szyf dari McGill University, Montereal.
Lebih jauh, peneliti juga menemukan bahwa variasi metilasi pada 6.000 daerah pada untaian DNA untuk 40 peserta. Di usia 45 tahun, jejak metilasi pada masa kecil setiap peserta eksperimen mencapai 1.252 lokasi atau lebih banyak ketimbang metilasi pada masa dewasa yang tercatat sebanyak 545 lokasi.
DAILYTECH | ANTON WILLIAM





