Planet Jupiter. AP/NASA
Cara Melihat Purnama Jupiter
TEMPO.CO, Jakarta - Purnama Jupiter terjadi malam ini dan masih bisa disaksikan sepanjang akhir pekan. Bagaimana cara menyaksikan fenomena yang terjadi setiap 13 bulan sekali ini ?
Menurut Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, fenomena purnama Jupiter mudah untuk disaksikan. Alasan utamanya adalah Jupiter akan menjadi bintang paling terang di langit malam. Meski tetap tampak sebagai titik cahaya, terang Jupiter membuat planet ini mudah dibedakan dengan benda langit lain.
"Jupiter jadi bintang paling terang hingga beberapa hari mendatang," kata Thomas saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Oktober 2011.
Jupiter akan terbit pukul 19.45 WIB. Planet ini terjepit di antara rasi Aries dan Pisces. Planet gas raksasa ini berada tinggi di langit sekitar pukul 19.30 WIB dengan ketinggian sekitar satu jengkal tangan dari hozizon timur saat dilihat dengan lengan terentang. Agar pandangan tak terganggu, carilah lokasi yang bebas gedung atau pohon.
Bentuk purnama, yaitu terlihatnya seluruh piringan planet, hanya bisa dilihat menggunakan alat bantu optik. "Sebaiknya gunakan binokuler atau teleskop," ujar Thomas menyarankan.
Agar terlihat lebih detail, gunakan teleskop berukuran besar yaitu diameter lebih dari 10 sentimeter. Teleskop harus diatur sehingga memiliki perbesaran tinggi. Tujuannya, piringan Jupiter yang berukuran 37 kali lebih kecil dari bulan purnama bisa tampak lebih besar.
Jika di awal malam langit masih mendung atau terjadi hujan deras, bukan berarti kesempatan melihat purnama Jupiter habis. Menurut Thomas, purnama berarti benda langit tampak lebih lama. Karena itu ia menganjurkan masyarakat untuk tetap menunggu Jupiter muncul di balik awan.
"Jupiter masih berada di atas langit hingga terbit matahari di pagi hari," kata dia.
Semakin mendekati tengah malam, Jupiter akan bergerak semakin tinggi. Tepat pukul 24.00, planet ini berada di atas kepala. Setelah itu, Jupiter akan bergerak turun hingga mencapai horizon barat, enam jam kemudian.
ANTON WILLIAM





