foto

fbjork.is

Truk Gandeng Bertabrakan, Dua Tewas  

TEMPO.CO, Nganjuk - Dua truk gandeng saling bertabrakan di jalur lintas provinsi, Baron, Nganjuk, pagi tadi. Kecelakaan yang menewaskan dua orang ini sempat memacetkan arus lalu lintas Yogyakarta–Surabaya hingga beberapa jam.

Sejumlah saksi mata mengatakan kecelakaan ini bermula dari truk pengangkut kayu yang ditumpangi Heri, warga Temanggung, melaju kencang dari arah timur menuju barat. Di jalur cepat Baron, Nganjuk, truk tiba-tiba oleng ke kanan hingga melanggar marka jalan. Pada saat yang sama, dua warga Ngadiluwih, Kediri, yakni Wahyu Supriyadi dan Bobi Wahyu, meluncur dari arah berlawanan mengendarai truk gandeng.

Kecelakaan hebat tak bisa dihindarkan ketika kedua truk gandeng beradu muka dengan sangat kencang. Wahyu dan Bobi meninggal di tempat. Tubuh keduanya terjepit bodi truk. “Butuh satu jam mengeluarkan korban dari truk,” kata Wakijan, warga setempat yang menyaksikan peristiwa itu, Sabtu, 29 Oktober 2011.

Polisi yang menyelidiki menduga Heri tak bisa menguasai kendaraan karena mengantuk dan kelelahan. Kecepatan truk cukup tinggi hingga pengemudi tak menyadari kendaraannya oleng ke kanan hingga menghantam truk dari depan. “Heri masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Nganjuk Ajun Komisaris Karyadi.

Jalur tersebut, menurut dia, memang terkenal rawan dan mematikan. Hingga kini, sudah tak terhitung jumlah kecelakaan maut yang menelan korban jiwa di jalur tengkorak ini. Luas jalan yang lebar serta halus memancing para pengendara memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Termasuk di antaranya bus antarprovinsi Surabaya–Yogyakarta–Bandung–Jakarta yang menempuh jalur itu. “Ini jalur tengkorak,” kata Karyadi.

Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas, terutama bus jurusan Surabaya–Yogyakarta, sempat mengalami kemacetan hingga beberapa jam. Dibutuhkan waktu cukup lama untuk bisa memindahkan dua buah truk gandeng yang rusak parah itu dari badan jalan.

HARI TRI WASONO