TEMPO/Imam Sukamto
Topik
Terimbas Lapindo, Suara Ical di Jawa Timur Kalah oleh Prabowo
TEMPO.CO, Jakarta - Kasus lumpur Lapindo diprediksi akan berpengaruh terhadap dukungan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie jika maju sebagai calon presiden 2014. Ical--sapaan akrab Aburizal--adalah bos Grup Bakrie, induk perusahaan PT Lapindo Brantas Inc. Anak perusahaan Grup Bakrie inilah yang bertanggung jawab atas semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur.
Prediksi ini bisa dilihat dari survei Reform Institute yang dilakukan pada 12-24 September 2011 pada 2010 dengan responden di 33 provinsi. Hasilnya, suara Ical di Jawa Timur lebih rendah dibanding dukungan suara di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di tiga provinsi ini, suara Ical kalah oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Di Jawa Timur, suara Ical 10,55 persen dan Prabowo 13,52 persen. Di Jawa Barat, Ical mendapat 13,09 suara dan Prabowo 20,59 persen. Adapun di Jawa Tengah, dukungan Ical 13,82 persen dan Prabowo 18,82 persen.
"Dukungan pada Aburizal di Jawa Timur masih kalah oleh Prabowo," kata Direktur Pengembangan Reform Institute Abdula Hamid, kemarin. Hamid tak menampik jika dikatakan kasus Lapindo dan kasus pemalsuan dokumen tunggakan pajak juga berpengaruh terhadap dukungan Ical. "Itu tergantung apakah dia (Ical) bisa meredamnya atau tidak," dia menjelaskan.
Di wilayah pusat kekuasaan, DKI Jakarta, Ical unggul dengan suara 5,09 persen dibanding Prabowo yang mendapat 2,35 persen. Adapun di Banten, suara Ical 5,45 persen dan Prabowo 9,41 persen.
Di Jawa dan luar Jawa, sebaran suara Ical cukup berimbang, yakni di Jawa 48,36 persen dan di luar Jawa 51,64 persen. Sementara itu, suara Prabowo mayoritas di Jawa, yakni mencapai 67,65 persen dan di luar Jawa 32,35 persen. Sebaran pemilih Ical lebih merata di 30 provinsi, sedangkan sebaran pemilih Prabowo hanya di 21 provinsi.
Adapun jajaran pemimpin dan pengurus Partai Golkar yakin kasus-kasus yang mengaitkan Ical tak akan berpengaruh banyak pada pencalonannya nanti. Meski sudah mengarah ke Ical, rapat pimpinan nasional yang ditutup hari ini menetapkan bahwa calon presiden Partai Golkar akan dibahas pada Rapimnas 2012. "Kita tetapkan pada Rapimnas yang akan datang," kata Ical setelah menutup Rapimnas II Partai Golkar di Hotel Mercure, Jakarta.
Menurut dia, Golkar saat ini harus berfokus pada pemilihan anggota legislatif, selain menyiapkan calon presiden. Ia menargetkan elektabilitas partai mencapai 25 persen dan elektabilitas calon presiden 20 persen.
ISHOMUDDIN | I WAYAN AGUS PURNOMO





