foto

Boediono (kedua kiri) didampingi Dirut PT KA Ignatius Jonan (kiri) mengunjungi Stasiun Pasar Senen, Jakarta. ANTARA/ Daniel Ari Purnomo

Pemuda ''Nyelonong'' di Acara Wapres Masih Diperiksa Polisi  

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Kota Besar Bandung masih memeriksa Iqbal Sabaruddin, mahasiswa yang nekat melintas di depan Wakil Presiden Boediono, saat acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 di Stadion Siliwangi, Bandung, Jumat, 28 Oktober 2011.

"Sekarang yang bersangkutan masih ditangani penyidik kami, masih diperiksa," ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Widodo Eko Prihastopo. "Soal tempat pemeriksaan bisa di Mapolrestabes atau di tempat lain. Yang jelas, kami nyatakan dia masih kami periksa."

Widodo menyangkal telah menahan Iqbal. "Bukan ditahan istilahnya, tapi masih kami periksa sampai sekarang, termasuk soal pasal apa yang akan dikenakan juga masih kami dalami," imbuh Widodo seraya menolak menyebut kemungkinan pasal pidana yang bisa dikenakan kepada Iqbal.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti. Ia juga menolak menyebutkan pasal KUHP yang akan dijeratkan kepada Iqbal.

"Kalau memang perbuatan dia memenuhi unsur-unsur pasal yang akan dikenakan dan alat buktinya mencukupi, ya bisa jadi tersangka, kalau enggak memenuhi, ya enggak (jadi tersangka). Yang jelas, dia masih dalam pemeriksaan," kata Ade di kantornya, Jumat malam.

Ade pun menjamin keamanan Iqbal selama proses pemeriksaan. Ia juga mengakui beberapa saat setelah kejadian langsung membawa Iqbal yang cedera akibat digebuk Pasukan Pengamanan Wakil Presiden ke sebuah rumah sakit.

"Ya, diobati dulu, terus dimintai keterangan. Kami juga sempat makan-makan dulu. Pemeriksaan kan tidak harus selalu di sini (markas Polrestabes)," imbuhnya.

Penangkapan Iqbal membuat gundah kawan-kawannya di Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam. Apalagi Iqbal sempat tak tentu rimbanya sejak diamankan Paspampres di Stadion Siliwangi sejak pagi hingga hari mulai malam.

Bahkan malam ini, puluhan mahasiswa dari himpunan tersebut menggeruduk Markas Polrestabes di Jalan Jawa demi menuntut pembebasan Iqbal. Beberapa orang perwakilan mereka lantas diterima Ade di kantornya.

Salah seorang rekan Iqbal, eks Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Hima Persis, Deden Syarif Hidayat, mengakui pihaknya sempat gelisah karena juniornya itu sempat ''menghilang'' sepanjang siang hingga hari mulai gelap tadi. "Padahal apa yang dia (Iqbal) lakukan kan bukan makar," katanya.

Namun Deden kini mengaku cukup lega setelah polisi mengizinkan dirinya beserta empat kawannya menemui Iqbal langsung di kantor Satuan Reserse Kriminal Kota Bandung.

"Ya, tadi saya lihat Iqbal ternyata dalam keadaan fit, saya lumayan legalah sekarang. Kasat Reskrim juga tadi menjamin akan memeriksa Iqbal sesuai prosedur," akunya di Markas Polrestabes malam ini.

"Cuma tadi saya lihat kepala bagian kiri Iqbal luka dan mendapat tiga jahitan. Terus ada memar-memar di muka kiri dan leher. Mungkin bekas ditendangi Paspampres tadi," imbuhnya.

Dari keterangan polisi, lanjut Deden, Iqbal diserahkan Paspampres pada pukul 11.00 siang tadi (kemarin). Polisi lalu membawa Iqbal ke RS Polri Sartika Asih untuk menjalani pengobatan atas luka-lukanya.

Kemudian Iqbal dimintai keterangan entah di mana dulu sebelum akhirnya dibawa ke Markas Polrestabes sekitar pukul 20.00 (tadi malam). "Kata polisi tadi sih, Iqbal kayaknya cuma melanggar aturan protokoler saja," kata Deden. "Tadi saya lihat baru satu saksi, Ridwan Rustandi, yang dimintai keterangan."

ERICK P HARDI