foto

Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. ANTARA/Prasetyo Utomo

36 Calon Haji Embarkasi Solo Gagal Berangkat

TEMPO.CO, Boyolali - Sebanyak 36 calon haji dari Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta gagal berangkat ke Tanah Suci dalam musim haji 2011. Para calon haji yang gagal berangkat mayoritas disebabkan oleh sakit tak kunjung sembuh dan meninggal dunia hingga waktu keberangkatan.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Soemarmo melansir dari 36 calon haji yang gagal berangkat lima orang lantaran wafat di daerah asal. "Yang sakit parah 12 orang, hamil tiga orang, dan 16 orang faktor lainnya, misalnya pendamping yang tidak jadi berangkat," kata juru bicara PPIH Embarkasi Surakarta, Badrus Salam, ketika ditemui Tempo di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 30 Oktober 2011.

Bagi yang gagal berangkat karena sakit dan hamil mendapat prioritas berangkat haji tahun depan. Sedangkan untuk yang meninggal dunia bisa mengajukan pengembalian biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

"Yang sakit parah pun bisa mengajukan pengembalian BPIH. Misal merasa sudah tidak mampu berangkat," ujarnya. Mengenai penentuan boleh-tidaknya calon haji yang sakit berangkat, lanjut Badrus, semuanya tergantung dari rekomendasi petugas kesehatan.

Seseorang yang masih sakit bisa saja diberangkatkan asalkan ada pendampingnya dari pihak keluarga atau rekan di kloter yang sama. "Kalau tidak ada, kami tidak mau ambil risiko. Terpaksa tidak boleh berangkat," ujar dia.

Terakhir ada dua orang calon haji yang sedianya akan diberangkatkan dengan kloter sapu jagad, Minggu, 30 Oktober 2011. Tapi terpaksa dibatalkan karena sakitnya tergolong parah, yaitu calon haji atas nama Juminah, 74 tahun, asal Pati, yang tergabung di kloter 85. Dia tidak bisa berangkat karena sakit jantung. Kemudian Satimin Qomarul, 75 tahun, dari kloter 74 asal Boyolali yang menderita stroke. Sampai dengan hari ke-29, Embarkasi Solo sudah memberangkatkan 32.918 calon haji.

UKKY PRIMARTANTYO