foto

Sejumlah Jemaah calon haji menaiki tangga pesawat di Bandara Internasional Adi Sumarmo. TEMPO/Andry Prasetyo

Alami Gangguan Hidrolik, Pesawat Haji Mendarat di Oman

TEMPO Interaktif, Jakarta:- Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 321 jemah haji ONH Plus terpaksa mengalihkan pendaratan di Kota Muscat, Oman, lantaran mengalami gangguan sistem hidrolik. Pesawat tersebut sedianya mendarat di Kota Jeddah, Arab Saudi, pukul 19.00 WIB.

"Pesawat ada ganggungan sistem hidrolik, terkait sistem pengendali penerbangan. Pilot mengetahui ada ganggungan, dan memutuskan untuk melakukan pengalihan pendaratan di kota terdekat, yaitu di Kota Muscat tersebut," kata Juru bicara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pujobroto ketika dikonfirmasi, Ahad 30 Oktober 2011.

Pujobroto mengatakan, pesawat GA-6292 melayani penerbangan jemaah haji ONH Plus dari embarkasi Jakarta dan berangkat bandara Cengakreang dengan tujuan akhir Jeddah. Pesawat berangkat pagi tadi tepat waktu pukul 09.00. "Tapi pukul 17.30 WIB mendarat di Muscat," ujarnya.

Usai mendarat secara normal di Muscat, pesawat langsung dicek dan dilakukan perbaikan atas ganggungan sistem hidrolik. Kota Muscat sendiri berjarak 1,5 jam penerbangan ke Jeddah.

Selama pesawat dilakukan pengecekan, pihak Garuda menyiapkan simulasi alternatif lain untuk melanjutkan penerbangan para jemaah haji, yakni menggunakan pesawat Garuda yang berasal dari Jeddah. "Ada penerbangan pesawat Garuda lain dari Jeddah untuk mengambil penumpang ke Muscat untuk diantar ke Jeddah," katanya.

Ia mengatakan, sampai saat ini para penumpang masih menunggu pesawat jemputan dari Jeddah. Pihak Garuda menjamin para emaah dapat sesegera mungkin sampai di Kota Jeddah agar dapat segera mengikuti rangkaian ibadah haji. "Kita upayakan sesegera mungkin supaya bisa menerbangkan para jemaah (ke Jeddah)," ujar dia.

MAHARDIKA SATRIA HADI