foto

storm.no

Bojonegoro Waspada Puting Beliung  

TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengeluarkan imbauan waspada puting beliung. Menyusul bencana angin yang merobohkan 15 rumah yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jumat kemarin, 29 Oktober 2011.

Masyarakat diminta berada di dekat pintu atau keluar rumah jika datang angin kencang disertai hujan. “Intinya agar masyarakat selamat jika rumahnya ambruk,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro, Kasiyanto, kepada Tempo, Ahad, 30 Oktober 2011.

Kasiyanto mengatakan dari 27 kecamatan terdapat sembilan kecamatan yang rawan terjadi bencana puting beliung, yaitu kecamatan Kota Bojonegoro, Sukosewu, Dander, Sumberejo, Purwosari, Malo, Balen, Kapas, dan Sekar. Daerah tersebut sebagian berada di dataran tinggi, pinggir hutan, dan sebagian di areal perkebunan.

Angin puting beliung dan banjir bandang, lanjut Kasiyanto, biasanya didahului beberapa gejala. Yang mencolok adalah datang hujan yang turun tidak henti-henti minimal selama dua jam lebih. Jika sudah seperti itu, pemilik rumah, terutama yang semipermanen diminta keluar rumah. Pasalnya kekuatan angin kadang-kadang merobohkan rumah.

Data di BPBD Bojonegoro menyebutkan selama 10 hari ini terjadi tiga kejadian bencana puting beliung yang menimbulkan kerusakan cukup parah. Pertama, satu ruangan ambruk milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Panti Sosial Remaja Telantar Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Bangunan bercat putih itu ambruk diterjang angin kencang, Sabtu dua pekan lalu, pukul 08.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Lalu ambruknya pohon sonokeling ukuran besar yang mengakibatkan dua orang tewas di pinggir jalan raya Bojonegoro-Cepu di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis, 20 Oktober 2011. Dua orang nahas itu pengemudi dan kenek yang mengendarai truk warna kuning nomor polisi nopol K 1411 RC. Dua orang bernama Masruri, 48 tahun, dan kenek yaitu Muhammad Faizin, 33, keduanya warga Mayanglor, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tewas di tempat kejadian perkara.

“Angin kencang lalu ada pohon ambruk, menimpa truk,” ucap Amin, salah seorang saksi mata di Desa Sumengko, Kalitidu. Terakhir, yaitu 15 rumah roboh, tujuh rusak sedang, dan 21 rumah di antaranya rusak ringan akibat angin puting beliung menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu siang, 29 Oktober 2011.

Pihak BPBD Bojonegoro mencatat kecepatan angin di Bojonegoro dalam sepekan terakhir juga cukup tinggi, yakni 35-38 kilometer per jam. Padahal pada saat normal kecepatan angin hanya berkisar 18-20 kilometer per jam.

Korban bencana puting beliung juga mendapatkan santunan dari Pemerintah Bojonegoro. Bantuan diberikan langsung oleh Bupati Bojonegoro Suyoto di Kecamatan Kanor, Minggu sore, 30 Oktober 2011. Rumah rusak mendapatkan bantuan sebesar Rp 2 juta per kepala keluarga, juga sembako dan lainnya.

SUJATMIKO