Pekerja Freeport. REUTERS/Muhammad Yamin
Topik
Buruh Freeport Tak Takut Ultimatum Polisi
TEMPO.CO, Timika - Ketua Bidang Organisasi Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia, Virgo Solossa, mengatakan para pekerja akan tetap mogok serta menduduki Mile 27 dan Mile 28. Mereka tak peduli ultimatum kepolisian agar pekerja membuka blokade jalan. "Beri kami waktu satu minggu dan jangan desak kami," kata Virgo kepada Tempo Minggu, 30 Oktober 2011.
Kepala Kepolisian Resor Mimika Ajun Komisaris Besar Deny Edward Siregar kemarin menerbitkan surat peringatan agar pekerja membuka blokade jalan. Deny menyebutkan sejumlah pelanggaran buruh Freeport dalam aksi mogok sejak 10 Oktober lalu. Pekerja sengaja memindahkan aksi mogok dari Check Point (CP) Utara Lima, Kuala Kencana, ke tiga lokasi, yaitu Gorong-gorong, Mile 27 area PT Freeport, dan CP-1 Mile 28 area PT Freeport.
Mogok kerja yang berujung pada unjuk rasa itu dinilai melanggar kesepakatan waktu mogok. Apalagi pekerja melanjutkan aksinya dengan memblokade jalan menuju PT Freeport. Akibatnya, kawasan vital Freeport terganggu, termasuk karyawan yang hendak bekerja terhalangi oleh aksi.
Dampak lain aksi pekerja yang menuntut kenaikan upah ini adalah suplai bahan makanan, bahan bakar minyak, dan semua kebutuhan perusahaan terganggu. Hampir seminggu kegiatan pertambangan lumpuh. "Polisi memberi waktu 1 x 24 jam. Apabila tidak diindahkan, kepolisian akan bertindak tegas," kata Deny dalam surat ultimatumnya.
Kondisi Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kemarin dilaporkan mulai normal. Aktivitas penduduk, warung, dan pasar sudah kembali menggeliat. "Menuju normal seperti biasa," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Wachyono.
Meski demikian, Bandar Udara Mulia belum beroperasi. Bandara ditutup sejak Senin pekan lalu pasca-penyerangan dan penembakan orang tak dikenal terhadap Kepala Kepolisian Sektor Kota Mulia Ajun Komisaris Dominggus Octavianus Awes. Hari berikutnya, kelompok sipil bersenjata menembaki posko Brigade Mobil di Mulia.
TJAHJONO EP | RINA WIDIASTUTI





