foto

ANTARA/Rosa Panggabean

Rupiah Terimbas Intervensi BoJ

TEMPO.CO, Jakarta- Rupiah pada perdagangan kemarin gagal menyentuh level 8.800 per dollar Amerika Serikat. Terdepreasinya mata uang yen, dan aksi ambil untung di bursa saham menekan pergerakan rupiah.



Walhasil, dalam transaksi pasar uang kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah 45 poin (0,51 persen) ke level 8.860 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Lindawati Susanto menjelaskan, melemahnya yen hingga ke level 79,5 per dolar AS akibat intervensi yang dilakukan oleh bank sentral Jepang (BoJ) membuat dolar AS kembali perkasa. Imbasnya mata uang Asia cenderung melemah dan tidak terkecuali dengan rupiah.

BoJ kembali melakukan intervensi untuk yang ketiga kalinya tahun ini agar yen melemah setelah menguat hingga ke level 75 per dolar AS. Intervensi yang dilakukan ini agar ekspor Negeri Sakura ini dapat kembali bersaing dipasar global. “Ketidakpastian ekonomi Uni Eropa serta masih rapuhnya ekonomi AS membuat yen cenderung menguat karena menjadi salah satu alternatif save haven” tuturnya.

Terapresiasinya dolar AS terhadap yen dan mata uang utama dunia lainnya membuat rupiah gagal melanjutkan penguatan. Selain itu, jatuhnya harga saham dibursa domestik juga turut mendorong pelemahan mata uang lokal.

Linda memprediksikan, rupiah hari ini akan ditransaksikan dikisaran antara 8.800 hingga 8.900 per dolar AS. “Meskipun fundamental ekonomi domestik masih mendukung penguatan rupiah, namun faktor global yang masih tidak menentu membuat rupiah masih bertahan dikisaran 8.800 per dolar AS,” kata Linda.



VIVA B. KUSNANDAR | ERWINDAR