foto

REUTERS/Carlos Barria

WPP Prediksi Cina Bakal Jadi Pasar Terbesar Kedua Dunia

TEMPO.CO,: Perusahaan iklan terbesar di dunia, WPP Llc, memprediksi Cina akan menggantikan posisi Inggris sebagai pasar terbesar kedua di dunia dalam dua sampai empat tahun mendatang.

Chief Eksekutif WPP, Martin Sorell, memaparkan prediksi Cina akan menjadi pasar yang besar tersebut didasarkan karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di benua Amerika dan Eropa akibat krisis ekonomi saat ini.




Pelemahan di Amerika dan Eropa, justru memberikan keuntungan bagi Cina karena para investor mulai menanamkan modalnya maupun melakukan rangakaian akuisisi di negeri tirai bambu itu. "Pertumbuhan pasar di Cina akan melampaui Inggris dalam dua sampai empat tahun lagi," ujar Martin, Ahad 30 Oktober 2011.




Perusahaan iklan tersebut bahkan menghasilkan pendapatan sampai US$ 1,1 miliar dari negeri Cina, yang sekaligus menjadikan negeri tersebut sebagai pasar ke empat terbesar dari total pendapatang yang diperoleh WPP pada tahun ini.

Cina, bahkan diprediksi dapat melampaui Jerman pada 2012. Saat ini, Jerman berada di peringkat ketiga dengan total pendapatan US$ 1,3 miliar. Pasar utama bagi WPP saat ini masih diduduki oleh Amerika Serikat dengan pendapatan US$ 5 miliar, disusul oleh Inggris dengan pendapatan mencapai US$ 2 miliar.

"Ada beberapa aksi akuisisi , ada beberapa perusahaan yang baik tapi sayang skalanya masih kecil. Bagi kami, kesempatan besarnya bukanlah dengan banyak akuisisi, melainkan tumbuh secara alami," jelasnya.

Sorell, mendirikan WPP sejak 1985 yang kini menjadi perusahaan raksasa di bidang periklanan. Perusahaan tersebut diprediksi akan mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 5 persen pada tahun ini. Sorell kini mengembangkan sayapnya dengan membuka semacam lembaga pendidikan untuk komunikasi dan pemasaran di Shanghai, Cina.

Lembaga pendidikan tersebut rencananya akan menjadi bagian atau menyatu dengan Shanghai Art and Design Academy dengan membuka program pendidikan selama tiga tahun untuk mendidik para mahasiswa yang berminat di ilmu pemasaran dan komunikasi.

REUTERS| GUSTIDHA BUDIARTIE