Qantas Airline. AP/dapd, Axel Heimken
Topik
Qantas Stop Operasi, Puluhan Ribu Penumpang Terlantar
TEMPO.CO, SIDNEY:-Qantas Airways masih menghentikan operasi penerbangannya baik domestik maupun internasional sejak Sabtu 29 Oktober 2011 bahkan hingga Senin 31 Oktober 2011 ini. Akibatnya ribuan penumpang dari seluruh dunia yang memakai maskapai ini terlantar.
Seperti dikutip Associated Press, keputusan tersebut diumumkan Chief Executive Oficer Qantas Alan Joyce, Sabtu 29 Oktober 2011 pagi menyusul terjadinya sengketa kepegawaian. Yakni, sebagai buntut pemogokan berkala yang dilakukan karyawan mereka di sejumlah bagian sejak Agustus lalu.
Total ada 108 pesawat yang akan di-grounded di 22 bandara di seluruh dunia. Hingga pukul 04.00 GMT (11.00 WIB) Sabtu, masih ada 64 armada Qantas –36 domestik dan 28 internasional– yang melayani sekitar 7 ribu penumpang. Menurut pihak manajemen, pesawat-pesawat tersebut akan menyelesaikan tugas, baru kemudian berhenti beroperasi.
Akibat penghentian itu, seperti dikutip BBC, sekitar 1.310 calon penumpang jurusan internasional di berbagai bandara di dunia telantar. Qantas juga menyebutkan, dalam 24 jam terhitung sejak kebijakan grounded itu diterapkan, sebenarnya ada 13.305 penumpang yang telah mem-booking armada mereka untuk penerbangan menuju Australia.
Dan hingga Minggu 30 Oktober 2011, setidaknya Qantas telah membatalkan 447 penerbangan dengan penumpang 68 ribu orang. Namun, mereka menjamin akan mengembalikan penuh uang calon penumpang yang telah dibayarkan untuk membeli tiket.
"Keputusan ini memang sulit dipercaya. Pesawat akan masuk kandang hingga perselisihan masalah ini selesai," ujar Kepala Eksekutif Qantas Alan Joyce. " Tak mudah menemukan solusi atas permasalahan ini. Jika semua permintaan buruh dipenuhi dalam waktu dekat, hal itu akan menghancurkan Qantas dalam jangka panjang''
WDA | BBC | AP | REUTERS .





