foto

Dok TEMPO/Sony Soemarsono

Laba PT Timah Melejit 82 Persen  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Timah (Persero) mencetak laba bersih Rp 860 milyar pada akhir September lalu. Peningkatan sebesar 82 persen ini dipicu kenaikan harga timar yang cukup signifikan.



 



Menurut Sekretaris Perusahaan PT Timah, Abrun Abubakar, kenaikan laba itu didukung kenaikan harga jual rata-rata logam timah. Harga timah pada kuartal ketiga mencapai US$ 28.440 per metrik ton. "Lebih tinggi 57 persen dibandingkan tahun lalu," kata dia di Jakarta kemarin.



 



Sepanjang kuartal III, sebetulnya harga timah di London Metal Exchange turun drastis lantaran krisis Eropa dan pelemahan daya beli masyarakat. Selain itu membanjirnya bijih timah ilegal dari Indonesia membuat persediaan melebihi permintaan. "Tapi jika dirata-ratakan selama sembilan bulan penerimaan perusahaan malah mengalami peningkatan." ujar Abrun.



 



Dalam laporan keuangan perseroan disebutkan, peningkatan laba bersih dipicu oleh pertumbuhan pendapatan perusahaan mencapai Rp 6,8 triliun atau naik 21 persen dibandingkan September 2010 yang mencapai Rp 5,6 triliun. Dengan beban pokok pendapatan sebesar Rp 5,15 triliun, emiten berkode efek TINS itu memperoleh laba kotor sebesar Rp 1,66 triliun.



 



Laba sebelum pajak perusahaan juga mengalami peningkatan 111,4 persen dari Rp 559 miliar pada tahun lalu menjadi Rp 1,18 triliun per September 2011. "Sehingga laba bersih pun meroket dari Rp 475 miliar menjadi Rp 860 miliar," kata Abrun.



 



SUTJI DECILYA