BTS (Base Transceiver Station) Indosat. TEMPO/Dinul Mubarok
Indosat Berencana Menjual 4.000 Menara
TEMPO.CO, Jakarta - PT Indosat Tbk masih mempertimbangkan rencana untuk menjual 4.000 menara telekomunikasi yang dimilikinya. Direktur Utama Indosat Harry Sasongko mengatakan, segala kemungkinan untuk menjual aset perusahaan masih terbuka lebar.
Namun menurut Harry, perusahaan harus melihat kembali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penjualan menara tersebut. "Ada faktor pajak, foreign exchange, dan juga pertimbangan operasional," kata dia di Jakarta hari ini Senin 31 Oktober 2011.
Meski perusahaan belum mengumumkan secara resmi, sejumlah perusahaan menara telekomunikasi menyatakan berminat membeli menara tersebut. Harry tidak ingin menyebut perusahaan apa saja yang meminatinya.
PT Indosat menargetkan dapat menjual 4.000 menaranya untuk meraih dana sebesar US$ 500 juta pada akhir tahun ini. Rencana itu pun tercatat dalam investor digest Mandiri Sekuritas yang diterbitkan pada 27 Juni 2011. Namun saat dikonfirmasi, Harry enggan menjawabnya. "Belum tahu. Sampai saat ini belum final," kata dia.
Jika perusahaan mendapatkan hasil dari penjualan menara itu, menurutnya, bisa jadi akan digunakan untuk mengurangi utang, belanja modal perusahaan, dan lain sebagainya.
Perusahaan berkode ISAT ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 15,36 triliun pada kuartal ketiga 2011 ini. Pendapatan hanya naik tipis 3,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 14,84 triliun.
Harry mengatakan, pendapatan diperoleh dari penjualan seluler sebesar Rp 12,59 triliun dan nonseluler Rp 2,77 triliun. Pendapatan seluler meningkat 4,8 persen dibandingkan September tahun lalu. Ini karena adanya peningkatan jumlah pelanggan sebesar 29,9 persen.
Laba bersih perusahaan melesat 86,9 persen menjadi Rp 992 miliar. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 530,9 miliar. Harry menjelaskan, melesatnya laba bersih disebabkan adanya pengurangan beban lain-lain hingga 49 persen dibandingkan September 2010 dari Rp 1,67 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 850,2 miliar.
Sampai saat ini, total utang Indosat mencapai Rp 21,64 triliun. Komposisi utang perusahaan 48,5 persen diantaranya dalam bentuk pinjaman dan 51,5 persen dalam bentuk obligasi. Sementara komposisi mata uang dari total utang dalam Rupiah sebesar 42,7 persen dan dalam Dollar Amerika Serikat 57,3 persen.
SUTJI DECILYA





