foto

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengendarai mobil pribadinya bersama wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10). TEMPO/Tony Hartawan

Aset BUMN ''Nganggur'' Dialihkan ke PPA  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara tengah menyiapkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) untuk menangani aset perusahaan BUMN yang tidak produktif,  dan membebani negara. “PPA nantinya akan membantu  BUMN  membersihkan neracanya dari sampah-sampah, dari lemak dan kolesterol,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Bandung hari ini Senin 31 Oktober 2011  

Menurut Dahlan, kinerja BUMN jadi sorotan. Di antaranya, dengan total aset yang menembus hampir Rp 2.500 triliun, omsetnya hanya Rp 100 triliun. Dividen yang disetor bahkan lebih kecil lagi, sekitar Rp 28 triliun. Sementara, dia curiga, aset BUMN yang tidak produktif itu jumlahnya pasti besar. Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ini memperkirakan jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Dahlan mencontohkan, di PLN yang pernah dia pimpin. Selepas terbit kebijakan yang melarang karyawan menempati rumah perusahaan, ada ratusan rumah perusahaan berada di lokasi strategis  nganggur. Aset itu tidak  memberikan hasil apa-apa pada PLN.  Namun  di buku keuangan PLN itu tercantum,  biaya pemeliharaan, bayar PBB.

Dia yakin, banyak perusahaan BUMN memiliki aset nganggur yang tidak produktif. Aset semacam itu, katanya, yang tengah dijajaki agar dialihkan pada PPA untuk dikelola. Dengan mengeluarkan beban itu, dia meyakini, neraca BUMN akan membaik. ”Kalau BUMN pingin punya aset, beli aja lagi, jangan BUMN egois, jangan mempertahankan asetnya tapi tidak tahu akan diapakan asetnya,” kata Dahlan.

Meski ketambahan beban menurut Dahlan struktur PT PPA tidak akan berubah. Hanya fungsinya saja yang berubah dan lebih efektif.

Rencana yang disiapkan, paparnya, semua aset BUMN yang tidak produktif itu ”ditransfer” pada PPA untuk dikelompokkan. Aset berupa lahan misalnya, dikelompokkan untuk membentuk bank tanah, sebagian lagi dikerjasamakan, Selebihnya dipindahkan dalam neracanya dari aset menjadi persediaan.

Direktur  Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance Ahmad Erani Yustika mendukung rencana agar PT PPA fokus pada pengelolaan aset perusahaan BUMN. "Karena PPA bukan BUMN yang didesain untuk situasi darurat," kata Ahmad Erani kemarin.

Menurut Ahmad Erani pemerintah harus memberi target kepada PT PPA untuk menyelesaikan aset-aset perusahaan BUMN yang tidak produktif, ataupun yang diambang kebangkrutan.


AHMAD FIKRI | EVANA DEWI | ERWINDAR