foto

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengendarai mobil pribadinya bersama wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10). TEMPO/Tony Hartawan

Ini Kata Dahlan soal Intervensi Politik di BUMN

TEMPO.CO, Jakarta - Dianggap sukses membenahi PT PLN, Dahlan Iskan ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara. Jumat akhir pekan lalu, setelah berolahraga, pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 60 tahun lalu, itu menerima Erwin Dariyanto dan Evana Dewi untuk sebuah wawancara. Berikut ini petikannya.

Selama ini Kementerian BUMN ataupun BUMN selalu disebut sebagai bancakan partai politik. Apa tanggapan Anda?
Sebenarnya kami belajar dari Bank Mandiri, yang betul-betul bisa menghindari itu waktu zaman Pak Agus Martowardojo. Waktu saya diangkat sebagai Dirut PLN, saya langsung ke Bank Mandiri. Mengapa Mandiri sukses melakukan transformasi, kemudian mengapa dia bisa menjauhkan diri dari intervensi politik.

Situasi di Bank Mandiri dan PLN jelas beda dengan Kementerian BUMN, apa bisa hal itu diterapkan?
Sebetulnya tidak sulit karena intervensi yang terbanyak justru adalah intervensi yang diundang oleh jajaran direksi BUMN, bukan orang luar. Biasanya itu dilakukan oleh direktur yang terlalu ambisius.

Apakah ada alur yang harus dipotong untuk mengurangi kemungkinan itu?
Akhirnya ini kami lakukan melalui pengalihan sebanyak 18 kewenangan kepada BUMN. Sekitar 60 persen dari kewenangan Kementerian BUMN ini dialihkan kepada manajemen, ada yang ke komisaris atau direksi.

Tentang transformasi bisnis sejumlah BUMN?
Ini ada beberapa BUMN yang mengajukan izin ke Kementerian BUMN untuk mendirikan anak perusahaan. Kemudian kami cenderung tidak gampang mendirikan sebuah anak perusahaan baru karena belum ada evaluasi berikutnya.

Beberapa perusahaan ingin mengajukan izin mendirikan anak perusahaan baru?
Ada yang memang mutlak harus membentuk, misalnya PT Pusri, yang memerlukan listrik luar biasa besar. Kemudian dia ingin mendirikan power plant untuk jaminan listrik di Pusri melalui kerja sama dengan Adhi Karya. Daripada membentuk anak perusahaan, dia bisa mengambil yang sudah ada daripada menambah lagi.

Ada target waktu penyelesaian transformasi tersebut?
Dalam 3 bulan ke depan harus selesai.

*****