Suasana penjualan hewan kurban di kawasan Ka''kiyah, Makkah, Senin (09/11) WIB. Hampir seluruh calon haji Indonesia membayar denda (Dam) dengan minimal seekor kambing/domba karena melakukan umroh sebelum berhaji. ANTARA/Maha Eka Swasta
Topik
Foto Terkait
Mendekati Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Saudi Naik 200 Persen
TEMPO.CO, Jeddah - Mendekati hari Idul Adha, harga hewan kurban di Arab Saudi naik hingga 200 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ahad, 30 Oktober 2011 kemarin, Arab News sempat mengunjungi pasar hewan di Jeddah dan bertemu dengan sejumlah pedagang domba dan biri-biri.
Mereka menyatakan harga hewan kurban kali ini sangat tinggi karena mulai langka. Oleh sebab itu, pemerintah Saudi mengimpor dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kendati demikian, para pembeli bisa memaklumi.
"Ini memang tradisi keluarga saya, saban Idul Adha memotong hewan kurban dan mendistribusikan dagingnya ke keluarga dan siapa saja yang membutuhkan. Kendati harga hewan tersebut di pasar tinggi, kami tetap membelinya. Tidak ada alasan bagi kami," kata Abu Abdurrahman, ayah empat anak.
Abdurrahman menjelaskan, meskipun penghasilannya terbatas, dia tetap memotong hewan kurban saat Idul Adha tiba.
Pembeli lain di pasar hewan adalah Awad al-Harbi. Pria 42 tahun ini mengatakan kepada Arab News, "Saya menawar tiga hewan kurban dari seorang pedagang, namun dia belum melepasnya. Harga normal beberapa hari lalu sebelum Idul Adha tiba antara SR 600 (Rp 1,3 juta) hingga SR 800 (Rp 1,8 juta) per ekor. Sekarang merayap hingga SR 2.000 (Rp 4,6 juta) bahkan kadang-kadang lebih."
Melihat kondisi demikian, para pedagang hewan ternak mengatakan kepada Arab News bahwa mereka berhak jika harga-harga tersebut terus merayap naik kendati permintaan dari pembeli rendah.
"Hampir semua pedagang menginginkan harga naik dan tidak turun lagi meskipun sedikit pembeli. Beberapa di antara pedagang mengurangi jumlah dagangannya. Menurut mereka, kenaikan itu disebabkan musim hujan dan ongkos transpor," kata Jamal Hamad, 29 tahun, warga Jeddah. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, ini murni karena masalah demand dan supply," ujar Abuid al-Asa''ad, 50 tahun, pedagang hewan ternak.
ARAB NEWS | CA





