foto

komputasi awan

Inilah Solusi Komputasi Awan di Era Pasca-PC  

TEMPO.CO, Jakarta-



 



VMware, penyedia solusi virtualisasi dan infrastruktur awan, memperkenalkan beberapa inovasi terbarunya dalam solusi infrastruktur dan manajemen awan.



 



VMware mensinyalir bahwa inilah era pasca-PC. Di saat yang sama organisasi bergerak keluar dari model desktop tradisional dan berorientasi pada peranti keras.



 



“Saat ini kita memasuki era pasca-PC. Bahkan tahun lalu jumlah pengiriman tablet dan ponsel cerdas lebih tinggi dibanding PC," ujar Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia, dalam acara jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 1 November 2011.



 



Memperkuat argumen bahwa saat ini merupakan era pasca-PC, Andreas mengatakan bahwa aplikasi yang dibangun untuk Windows dibanding untuk OS lain, seperti Android atau iOS, perbandingannya 50:50.



 



Padahal, beberapa tahun sebelumnya, aplikasi yang dikembangkan untuk Windows jauh lebih banyak. “Pada 2020 diperkirakan aplikasi untuk Windows tidak sampai 20 persen," ujarnya.



 



VMware juga melihat kecenderungan dalam dunia usaha, di mana karyawan lebih memilih untuk membeli perangkat pribadi untuk kebutuhan pekerjaan, meskipun sarana ini telah disediakan kantor. Namun hal ini berisiko membuat keamanan data perusahaan menjadi lebih rentan.



 



"VMware Horizon hadir untuk menjembatani agar karyawan tetap mendapat kebebasan memiliki gadget, namun tidak mengorbankan data perusahaan," ujar Andreas.



 



Dengan teknologi ini, aplikasi yang dibuka pengguna tidak berada dalam perangkat yang mereka gunakan, melainkan berada dalam cloud. Horizon menjadi penghubung antara perangkat dengan aplikasi tersebut.



 



Horizon juga memiliki pengaturan hak akses, yang mengatur agar pengguna tidak mengakses aplikasi yang tidak sesuai dengan kewenangannya. Misalnya, bagian marketing tidak bisa mengakses aplikasi pengaturan slip gaji yang memang bukan kewenangannya.



 



Terdapat pula Horizon Mobile yang berfungsi agar perangkat bergerak dengan koneksi internet dapat mengakses aplikasi-aplikasi dengan cara yang sama seperti VMware Horizon.



 



VMware juga menyediakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola komputasi awan.



 



Yang pertama adalah VMware vCloud Director 1.5, yang menyediakan layanan infrastruktur secara internal dan eksternal dalam model swalayan, sehingga mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyediakan server baru.



 



Kedua adalah VMware vCenter Site Recovery Manager 5, yang memberikan solusi pemulihan bencana dengan menggunakan kemampuan replikasi VMware vSphere.



 



Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk memperbanyak aplikasi yang dilindungi dengan biaya sama.



 



Lalu juga ada VMware vShield 5 untuk memenuhi kebutuhan keamanan dan pengendalian awan untuk perusahaan sekelas enterprise.



 



Dalam kesempatan yang sama Andreas mempublikasikan hasil survey Forrester Research pada Oktober tahun ini mengenai indeks kematangan komputasi awan.



 



Survey tersebut merupakan hasil wawancara dengan 6.141 pengambil keputusan dan pebisnis senior di delapan negara yaitu Australia, Cina, India, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, dan Thailand.



 



"Indonesia memang tidak disertakan dalam survey, namun kondisinya kurang lebih sama dengan Thailand," ujarnya.



 



Dalam survey ini, didapati bahwa ternyata komputasi awan semakin populer dalam dunia bisnis. Sebanyak 83 persen responden mengatakan bahwa teknologi ini adalah hal yang relevan dengan bisnis mereka.



 



Bahkan, 64 persen responden mengatakan organisasi mereka saat ini sudah atau tengah aktif merencanakan penerapan komputasi awan.



 



Mayoritas responden, 41 persen, menyatakan ingin menerapkan awan hybrid dibandingkan hanya awan privat saja (31 persen) atau publik saja (8 persen).



 



Sebanyak 55 persen responden menganggap komputasi awan merupakan bentuk penghematan paling potensial. Namun Andreas menjelaskan bahwa tidak hanya faktor penghematan saja yang menjadi alasan untuk berpindah ke cloud, namun juga juga kemudahan dalam manajemen dan kecepatan dalam memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis.



 



RATNANING ASIH