Dua orang anak sedang makan nasi bungkus ketika banjir menggenangi rumah mereka di jalan Damai Musyawarah RT11 RW03 Kel Pondok Labu, Jakarta, Senin (31/10). Sebanyak 239 Kepala Keluarga di RT 09,10,11,12,14 RW 3 Pondok Labu tersebut mengungsi yang diakibatkan meluapnya aliran kali Krukut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Akhir November, Jakarta Musim Hujan
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan mulai akhir November ini. "Hujan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan transisi atau mulai memasuki musim penghujan," kata Kepala sub Bidang Cuaca Ektrem BMKG Kukuh Ribudiyanto, Se lasa, 1 November 2011.
Menurut dia, intensitas durasi hujannya rendah. Masih di kisaran 36-50 mm per bulan dan berlangsung satu hingga dua jam. Masa transisi musim hujan ditandai juga dengan adanya hujan lokal, yang terjadi tidak merata dan hanya di wilayah tertentu.
Wilayah Jakarta bagian selatan, Depok, dan Cibonong akan mengalami masa transisi tersebut. "Lalu, hujan akan bergerak ke utara. Dan di akhir november hujan akan merata di wilayah Jabodetabek," katanya.
BMKG memperkirakan, puncak musim hujan akan jatuh di Januari dan Februari 2012. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, air akan tumpah di kisaran 400-500 mm per bulan. "Hujannya bisa pagi, sore, atau malam hari," ujarnya.
BMKG menolak menyebutkan bahwa tahun 2012 merupakan siklus lima tahunan yang kerap terjadi banjir besar. "Tidak ada istilah itu (siklus lima tahunan) di BMKG," ujar Kukuh.
Menurut dia, sepanjang 30 tahun terakhir, intensitas hujan relatif normal setiap tahunnya.
Untuk mencegah banjir, warga dihimbau lebih waspada saat memasuki musim hujan. "Jaga kebersihan aliran air dan wilayah serapan air harus diperluas," ujar Kukuh.
ADITYA BUDIMAN





