foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Keperkasaan Dolar AS Lemahkan Rupiah  

TEMPO.CO, Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) yang mampu menunjukkan keperkasaanya terhadap mata uang utama dunia membuat rupiah kembali terpental di atas level 8.900. Meningkatnya kembali kekhawatiran krisis utang Eropa membuat para pelaku pasar kembali memegang dolar AS.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia naik 1,114 poin (1,46 persen) ke level 77,28, sehingga mata uang Asia sore ini sebagian besar ditutup melemah, tidak terkecuali dengan rupiah.

Di pasar uang antarbank hari ini nilai tukar rupiah ditransaksikan melemah 93 poin poin (1,04 persen) ke level 8.945 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dari PT Monex Investindo Futures, Yohanes Ginting, menjelaskan masih adanya ketidakpastian terhadap penyelesaian krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi global membuat dolar AS kembali menjadi safe haven. “Hal ini membuat mata uang AS kembali menguat terhadap mata uang utama dunia dan mata uang Asia,” ujarnya.

Turunnya indeks manufaktur Cina dan Inggris, bank sentral Australia (RBA) yang menurunkan suku bunganya menjadi 4,5 persen mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi global memang melambat. “Ditambah lagi Yunani yang akan melakukan referendum untuk melaksanakan kesepakatan dengan para pemimpin Eropa membuat kekhawatiran krisis Eropa kembali meningkat,” ujar dia memaparkan.

Terjadinya deflasi 0,12 persen di bulan Oktober kemarin juga tidak mampu menahan pelemahan rupiah, sehingga mata uang lokal meluncur kembali ke 8.900 per dolar AS.

Para pelaku pasar sepanjang pekan ini akan bersikap hati-hati menunggu hasil pertemuan dari Dewan Gubernur bank sentral AS (The Fed) serta pertemuan kelompok G20 yang akan berlangsung pada 3 dan 4 November mendatang. “Walhasil dolar kembali berpotensi kembali menguat terhadap mata uang utama global,” ujar Yohanes lagi.

VIVA B. KUSNANDAR