foto

Wall Street. REUTERS/Brendan McDermid

Inflasi Bisa Meminimalkan Faktor Negatif Global

TEMPO.CO, Jakarta - Jatuhnya bursa Wall Street akibat kekhawatiran krisis Eropa serta bangkrutnya MF Global Holdings Ltd membuat tekanan jual kembali melanda bursa Asia dan Jakarta siang ini, Selasa 1 November 2011. Kegagalan investasi MF Global Holding pada surat utang di negara Uni Eropa yang dilanda krisis utang memukul saham finansial di bursa Wall Street. Walhasil indeks Dow Jones pada perdagangan Senin kemarin jatuh 276,1 (2,26 persen) ke level 11.955,01.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia hingga pukul 10.43 WIB berada di level 3.774,46, atau turun 16,387 poin (0,43 persen) dari penutupan kemarin. Indeks tadi pagi sempat melemah hingga ke level 3.757,173 seiring dengan jatuhnya bursa Asia lainnya.

Kepala riset dari PT Valbury Asia Securities, Alfiansyah, mengemukakan indeks berpotensi melanjutkan koreksinya seiring dengan jatuhnya bursa Wall Street semalam. Investor cemas para pemimpin Eropa akan bekerja keras menaikkan dana talangan yang akan digunakan untuk mengatasi krisis utang Eropa. “Meski Eropa sudah mendapatkan strategi penyelamatan, tidak ada upaya sedikit pun yang mendekati resolusi krisis tersebut,” tutur dia.

Koreksi saham di bursa Wall Street semakin dalam setelah Perdana Menteri Yunanu George Papandreou menyatakan pemerintahnya akan melaksanakan referendum terhadap hasil kesepakatan dengan para pemimpin Eropa. Padahal sebelumnya Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan melakukan implementasi cepat terhadap hasil kesepakatan dengan sejumlah langkah untuk membendung krisis utang kawasan.

Di saat seperti ini memang agak sulit merespons sentimen positif dari faktor domestik menyusul kuatnya tekanan dari eksternal. “Namun  setidaknya sentimen positif dari faktor internal dapat membatasi kejatuhan indeks agar tidak terlalu dalam,” kata Alfiansyah.

Bank Indonesia (BI) dan pemerintah memprediksi inflasi bulan Oktober kemarin diperkirakan akan 1 persen hingga -0,1 persen. Indeks manufaktur Cina juga diperkirakan akan naik menjadi 51,8 dari bulan sebelumnya di 51,2 bisa memberikan sentimen positif bagi bursa Asia untuk menahan pengaruh global.

VIVA B. KUSNANDAR