ANTARA/Rosa Panggabean
Topik
Infografis
IHSG Kembali Terpuruk ke 3.685
TEMPO.CO, Jakarta - Jatuhnya harga saham di bursa Wall Street yang kemudian diikuti oleh bursa Asia membuat indeks harga saham (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun tajam. Ditambah lagi rontoknya saham bursa Eropa sore ini menjadi pemicu indeks jatuh lebih dari 100 poin.
Dalam perdagangan hari ini, Selasa, 1 November 2011, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia terkoreksi sangat dalam 105,835 poin (2,79 persen) ke level 3.685,012. Jatuhnya harga saham di semua sektor sebesar 1,46 hingga 4,55 persen membuat IHSG kembali berada di bawah level 3.700.
Analis dari PT Finan Corfindo Nusa, Helen, menjelaskan kuatnya sentimen negatif dari faktor global membuat indeks turun sangat dalam. Mencuatnya kembali kekhawatiran krisis Eropa dan bangkrutnya perusahaan investasi MF Global Holding kembali memukul saham sektor finansial di bursa Wall Street. “Karena sektor finansial yang pertama kali akan mengalami kerugian besar akibat pemangkasan utang Yunani,” kata Helen.
Sentimen positif dari domesik--di mana pada Oktober kemarin terjadi deflasi 0,12 persen--tidak mampu menahan indeks dari kejatuhan. Rupiah yang kembali melemah di atas 8.900 per dolar Amerika Serikat juga turut membebani penurunan indeks.
Volume perdagangan hari ini mencapai 4,89 miliar saham senilai Rp 4,13 triliun serta frekuensi 123,7 kali transaksi. Harga 219 saham turun, 30 saham naik, serta 43 saham lainnya stagnan. Adapun investor asing mencatat penjualan bersih Rp 59,28 miliar.
Dari kawasan regional, bursa Hong Kong jatuh 2,49 persen, diikuti bursa Tokyo 1,7 persen, bursa Australia 1,45 persen, serta bursa Seoul juga terkoreksi 2,23 persen. Sedangkan bursa Shanghai menguat 0,07 persen dan bursa Seoul juga naik tipis 0,03 persen.
VIVA B. KUSNANDAR





