foto

REUTERS/Enny Nuraheni

Beli BUMI PLc, Borneo Pinjam ke Standard Chartered  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk akan mendapatkan pinjaman dari Standard Chartered Bank Singapura dan Indonesia sebesar US$ 1 miliar untuk membeli saham Bumi Plc, anak usaha PT Bakrie & Brothers yang tercatat di Bursa Efek London. "Standard Chartered sebagai sole lander (peminjam utama) untuk US$ 1 miliar," kata Presiden Direktur Borneo, Samin Tan, di Jakarta, Selasa 1 November 2011.

Borneo Lumbung Energi nantinya bersama dengan Grup Bakrie, yaitu PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings, akan menguasai 47,6 persen saham di Bumi Plc. Menurut Samin, Standard Chartered tidak meminta banyak hal untuk pinjaman senilai US$ 1 miliar. Namun perusahaan akan menjaminkan PT Asmin Koalindo Tuhup dan PT Borneo Mining Services yang 99,9 persen sahamnya dimiliki Borneo Lumbung Energi.

Masih menurut Samin, perusahaan juga akan menjaminkan arus kas dan jatah saham Borneo Lumbung di Bumi Plc. Adapun saham yang dimiliki Borneo di Bumi Plc sebesar 23,8 persen. Menurutnya, pembelian saham Bumi Plc dapat menguntungkan perusahaan batu bara itu. Kondisi perusahaan untuk membeli perusahaan itu pun sangat sehat.

Hingga akhir September 2011, Borneo Lumbung memiliki modal US$ 900 juta, posisi utang US$ 70 juta. Jadi posisi Borneo Lumbung saat ini net cash. Investor Relations and Corporate Finance BORN Scott Merrillees melanjutkan, dengan pinjaman US$ 1 miliar ke Standard Chartered, debt to equity ratio Borneo menjadi 1,1:1. "Posisi ini masih bisa dikatakan baik," kata dia.

Menurut Scott, pinjaman Standard Chartered memiliki jangka waktu hingga lima tahun. Dia menegaskan kerja sama ini merupakan investasi murni untuk BOTN. Komitmennya pun investasi jangka panjang.

SUTJI DECILYA | ERWINDAR