TEMPO/Aditia Noviansyah
Topik
Produksi Drop, Kementan Benahi Irigasi
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian akan memprioritaskan perbaikan sarana irigasi lahan sawah. Ini sebagai upaya mendorong peningkatan kembali produksi padi tahun ini karena berdasarkan Angka Ramalan III yang telah dirilis Badan Pusat Statistik, produksi padi 2011 diperkirakan turun 1,63 persen.
Produksi padi diperkirakan turun sebesar 1,08 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dibanding 2010, atau menjadi 65,39 juta GKG pada tahun ini.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro mengatakan saat ini 48 persen sarana irigasi sawah mengalami kerusakan dari tingkat ringan hingga berat. Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaiki sarana irigasi, juga berupaya mengurangi jumlah konversi lahan pertanian.
“Penurunan produksi tahun ini, berdasarkan Aram III BPS, banyak faktornya di lapangan. Tapi kami sudah berupaya meningkatkan produksi dan saya optimis di Indonesia tidak kurang pangan,” kata Anggoro kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 1 November 2011.
Hasil rilis Badan Pusat Statistik menyebutkan hasil produksi padi 2011 turun 1,63 persen atau 1,08 juta ton GKG dari tahun lalu. Penurunan produksi akibat terjadi penurunan luas panen sebesar 29,07 ribu hektare atau turun 22 persen. Sedangkan produktivitas lahan yang dirilis BPS sebesar 0,71 kuintal per hektare.
Anggoro mengungkapkan konversi lahan harus diimbangi dengan perluasan lahan dan pencetakan sawah baru. Faktor-faktor lain yang menjadi gangguan produksi, kata dia, juga akan menjadi prioritas utama kementerian.
Kementerian Pertanian diakui akan memperbaiki lima data, yaitu luas baku sawah, data produksi, data konsumsi, jumlah ubinan, dan perbaikan alat ubinan. Juga metode statistik dan cara pelaporan data. “Artinya peluang peningkatan produksi dan produktivitas kita sebenarnya besar, tapi tantangan dalam mewujudkan peluang itu menjadi cepat yang jadi komitmen kami,” ujar dia.
Anggoro menambahkan Kementerian Pertanian tengah menggenjot produktivitas lahan sawah petani. Lahan sawah petani diharapkan bisa menyamai tingkat produktivitas lahan yang digarap perusahaan BUMN dalam Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). Dalam program GP3K, produktivitas mencapai 7,4-14,4 to per hektare.
“Cara bercocok tanam petani juga akan jadi perhatian kami. Yang penting kami optimistis dengan target surplus 10 juta ton beras. Penurunan produksi yang dirilis BPS hanya sukses yang tertunda,” ujar dia lagi.
ROSALINA





